Pemeriksaan Ahok yang Setengah Hati

Kapolri Tito Karnavian akhirnya menyampaikan bahwa tim penyidik kepolisian tidak perlu ditekan dengan pengerahan massa dalam menyelidiki Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan pencemaran agama. Pernyataan seperti ini seolah seperti ungkapan perasaan kurang nyaman dan tidak senang dari Kapolri atas begitu banyaknya gerakan massa umat Islam yang menuntut Ahok agar segera diproses sesuai hukum, yang mana terlihat sikap kepolisian begitu kurang responsif terkait kasus ini.

"Silakan dikawal proses hukum itu, tanpa perlu melakukan tekanan-tekanan dengan pengerahan massa," kata Kapolri Tito Karnavian yang dengan jujur kalimat diatas mengakui bahwa aksi umat Islam selama ini telah terasa menekan pihak kepolisian, usai menghadiri rapat membahas keamanan Pilkada di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/10).

Setelah menggelar unjuk rasa melibatkan beberapa ribu orang di Jakarta, aksi serupa dilakukan belakangan di sejumlah kota. Intinya, aksi ini menuntut polisi serius menyelidiki Gubernur DKI Jakarta.

Kapolri menegaskan, proses penyelidikan kasus pencemaran agama dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama, digelar sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Meskipun bukti dan saksinya jelas dan kuat, selama ini kepolisian masih menyebut penistaan Al-Qur`an oleh Ahok sebagai "dugaan".

"Kita berharap agar masyarakat tidak terprovokasi, tidak mengerahkan kekuatan yang dapat berujung pada anarkis, yang tentunya akan merugikan kita semua, " kata Tito, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, dari Istana Negara.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan sudah melaporkan Ahok atas tuduhan penistaan agama pada Kamis (06/10).

Sementara Sekretaris Jenderal DPP FPI, Habib Novel Chaidir Hasan, juga sudah melaporkan Ahok atas tuduhan menghina agama ke Bareskrim Polri.

Sebenarnya tidak akan menjadi sedemikian membesar kasus penistaan Islam oleh Ahok ini, seandainya saja pemerintahan Jokowi dan kepolisian tegas dan terbuka serta tidak menampilkan kesan memperlambat dan melindungi Ahok yang telah menyinggung umat Islam. Tetapi dikarenakan masyarakat melihat dengan jelas adanya upaya "pembiaran" kasus Ahok ini, maka timbulah aksi wajar alami untuk menuntut keadilan.

Tinggalkan Balasan