Kisruh HTS, Dewan Syar’i Pusat Rilis Bayan Putusan Peradilan Terhadap Mughirah Abu Walid/Amir Wilayah Idlib

Kisruh HTS, Dewan Syar’i Pusat Rilis Bayan Putusan Peradilan Terhadap Mughirah Abu Walid/Amir Wilayah Idlib
 
Di bawah ini terjemahan mengenai keputusan peradilan Majlis Qadha’i (Haiat Tahrir Syam) terhadap Amir Wilayah Idlib, beliau didakwa menghina dewan Syar’i, bahkan sampai berencana untuk menyingkirkan Syaikh Al Muhaysini. Jadi sikap atau rencana ini bukan mewakili HTS secara resmi, namun ada unsur-unsur dalam HTS yg tidak puas dengan Syaikh Al Muhaysini.
 
Dewan Kehakiman
 
Peradilan Internal
 
Keputusan Pengadilan
 
Yang memutuskan: Dewan Syar’I Umum
 
Terdakwa: Mughirah Abu Walid/ Amir Provinsi Idlib
 
Dakwaan: Menghina, Meremehkan, dan Mencela Para Syar’i (Khususnya Syaikh Al Muhaisini) dan Merendahkan Tugas Mereka di dalam Jamaah
 
Kronologinya: Tersebarnya di media sosial pesan suara yang berisi percakapan yang berujung pada penangkapan kepada terdakwa Mughirah Abu Walid. Termasuk dalam percakapan yang bocor itu penghinaan kepada dewan Syar’i secara umumnya dan khususnya kepada Syaikh Al Muhaysini dan itu lebih dari sekali, contohnya perkataannya yang buruk : (Para Syar’i yang berkerja untuk Jamaah haruslah yang berpengalaman, jika mereka bekerja tanpa pengalaman maka ia hanya membuat kami sibuk dengan Jamaah) dan kata-kata lainnya yang buruk kepada Ikhwah Syar’i, dan menyangsikan kemampuan dan kedudukan mereka (para Syar’i) di dalam Jamaah dan juga mengkerdilkan peran mereka.
Terdakwa di dalam sidang telah mengakui memang dirinya yang berada dalam rekaman percakapan tersebut dan menjelaskan bahwa kata-kata yang buruk itu dikeluarkan dalam kondisi marah dan terpengaruh secara emosional dengan terbunuhnya dua orang Ikhwan dari Jabal Zawiyah di tangan Suqur Al Syam, dan posisi atau sikap Syaikh Abu Harist Al Misri dan Syaikh Al Muhaysini terkait peristiwa yang terjadi. Dan bahwa ia bukan sikap dari Ikhwah Syar’i di dalam Jamaah (HTS) dan juga dia tidak bermaksud menghina agama atau mengolok-olok ilmu dan ulama’, dan dia menyampaikan permintaan maaf yang tujukan kepada para Syar’i.
 
Diskusi dan pengambilan keputusan: Perkataan yang diucapkan oleh terdakwa dalam rekaman suara tersebut adalah perkataan yang merendahkan Ahli Ilmu secara umum dan para Syar’I di dalam Jamaah (HTS) secara khusus, dan di dalamnya terkandung pengurangan atas hak-hak mereka (sebagai Syar’i) dan penyangsian atas kemampuan mereka dan perendahan atas kewajiban mereka yang dengannya telah Allah muliakan mereka. Dan itu adalah perbuatan mungkar dan perkataan dusta yang seharusnya tidak diucapkan kepada seorangpun dari kaum muslimin apatah lagi kepada pemimpin dan komandan mereka.
Dan adapun perkataan tersebut memiliki dampak dan memiliki maksud yang berbahaya, ia telah meruntuhkan persatuan Jamaah dan menghilangkan kepercayaan antara prajurit dan komandannya, dan ia mengandung penghinaan atas hukum-hukum Syariat yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syar’i dan mahkamah.
Dan setelah terdakwa mengakui dengan perkataan-perkataan yang dinisbahkan padanya meskipun ia memberikan pembelaan yang mana itu bukan dalih Syar’i maka kami memutuskan dengan yang berikut ini:
1. Menghukumi terdakwa Mughirah Abu Walid dengan hukuman penjara sebulan penuh atas dakwaan menghina, meremehkan dan mencela para Syar’i (HTS).
2. Menyerahkan keputusan kepada komando pusat agar diterapkan secepatnya.
Keputusan dikeluarkan pada hari Ahad 19/12/1438H
(muqawamah.net)

Tinggalkan Balasan