Habib Rizieq Tegaskan 4 November Aksi Damai Menegakkan Kedaulatan Hukum

Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) mengapresiasi pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengatakan anggota TNI tidak boleh menembak rakyat saat aksi yang akan digelar pada hari Jumat, 4 November mendatang.

Dia juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kapolda Jakarta dan Pangdam Jaya.

“Saya katakan bahwa besok yang datang adalah rakyat Indonesia. Mereka bukan teroris, mereka bukan perusuh, mereka bukan penjahat dan mereka bukan musuh negara dari luar negeri,” jelasnya saat menerima kunjungan Rachmawati Soekarnoputri, pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) di kediamannya, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta, Senin petang (31/10).

Kehadiran Rchma untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan Habib Rizieq mengenai sejumlah persoalan terakhir yang terjadi belakangan ini di Indonesia.

Habib Rizieq mengatakan bahwa kini ada upaya dari pihak tertentu yang secara sistematis memelintir aksi 4 November menjadi aksi SARA dan sektarian.

Habib memastikan aksi yang akan digelar pada hari Jumat, 4 November mendatang, adalah aksi damai untuk menegakkan kedaulatan hukum di Indonesia.

“Tidak boleh kedaulatan hukum ini dilanggar, dan pelanggarnya dilindungi. Yang melindungi lembaga tinggi negara. Bisa rusak konstitusi negara kita,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan