Surat Syaikh Usamah bin Ladin Kepada Amir Al-Qaeda Wilayah Khurasan (Bag.3)

 

Perbandingan Antara Yaman Utara dan Yaman Selatan

 

Sebagaimana juga harus diperhatikan di sini bahwa kondisi lapangan sekarang menunjukkan pentingnya membedakan antara Yaman Utara dengan Yaman Selatan. Kondisi Yaman Selatan tidak memungkinkan untuk dilakukan gencatan senjata, melihat besarnya kemarahan masyarakat terhadap pemerintah dan melihat besarnya kezaliman pemerintah terhadap masyarakat di sana. Ditambah lagi dengan pengkondisian yang dilakukan Al-Hirak[1].

Dua faktor ini menjadikan mayoritas masyarakat Yaman Selatan berani melawan pemerintah, siap untuk melakukan revolusi bersenjata dan perang melawan pemerintah.

Sedangkan untuk Yaman Utara, saya melihat kondisinya sama dengan negara-negara kawasan [Timur Tengah] lainnya, yang masyarakatnya tidak siap untuk perang melawan pemerintah.

Maka saya berpendapat bahwa keputusan yang bijak adalah kita jangan meminta gencatan senjata di Yaman Selatan, karena hal itu berarti akan menentang arus masyarakat yang bergerak untuk melawan kezaliman yang mereka alami, dan hal ini akan menjadikan kita kehilangan mayoritas orang yang telah bersepakat untuk melawan pemerintah.

Kita memang tidak akan menunggangi mereka, akan tetapi kita memanfaatkan situasi kekacauan untuk menyebarkan ajakan kita kepada kebenaran di tengah-tengah kaum muslimin Yaman Selatan. Menimbang karena kemarahan masyarakat dikendalikan oleh Al-Hirak, sementara Al-Hirak sendiri loyal kepada Amerika dan negara-negara Teluk.

Maka tidak mengumumkan gencatan senjata bukan berarti kita meningkatkan ketegangan dengan pemerintah di Yaman Selatan, lalu mulai menerjuni peperangan dengan tentara di Yaman Selatan. Sebab hal itu tidak akan dapat membuahkan hasil yang diharapkan. Hal itu pasti akan mengakibatkan terbunuhnya putra-putra kabilah Yaman Utara [yang menjadi tentara nasional], padahal mayoritas mereka tidak memahami bahwa tentara itu murtad.

Dengan begitu kabilah-kabilah [di Yaman Utara] akan merasa bahwa kita telah melampaui batas dalam melakukan pembunuhan, lalu akan beredar pembicaraan di kalangan kabilah-kabilah bahwa Al-Qaeda telah melampaui batas dalam melakukan pembunuhan. Tentu saja hal itu akan menjauhkan sejumlah besar masyarakat dari kita. Bahkan mungkin akan menyebabkan kabilah-kabilah tersebut bangkit menyerang kita karena mereka membalas atas kematian anak-anak mereka.

Selain itu hal itu juga tidak berarti kita memberikan motifasi untuk mendirikan negara Islam di Yaman Selatan pada kesempatan pertama tumbangnya kekuasaan pemerintah di sana.

Alasannya adalah sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kita belum siap untuk memasuki tahap menaungi masyarakat dengan payung hukum Islam, karena beberapa sebab, di antaranya adalah masyarakat membutuhkan keperluan dan kebutuhan pokok yang tidak bisa dipenuhi.

Padahal hal itu merupakan faktor terpenting yang menggerakkan mereka melakukan revolusi terhadap penguasa. Sementara kita tidak dapat memenuhinya ketika seluruh dunia mengembargo dan memerangi kita sebagaimana yang sedang kita alami sekarang.[2]

Tabiat manusia adalah mengikuti orang yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara lebih baik. Sementara permusuhan dan boikot yang dilakukan oleh dunia kepada mujahidin telah diketahui oleh seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, sebesar apapun kecintaan mereka kepada mujahidin, tidak akan banyak di antara mereka yang mau berdiri bersama mujahidin dalam situasi seperti sekarang ini.

Dari sini jelaslah bahwa jika mayoritas rakyat Yaman Selatan disuruh memilih antara pemerintahan yang dibentuk Al-Qaeda dengan pemerintahan yang dibentuk negara Teluk lain manapun, baik secara langsung maupun secara tidak langsung seperti dengan cara memberikan bantuan kepada Ali Salim Al-Bidh atau orang selainnya yang memiliki kemampuan organisasi, tentu mereka akan memilih pemerintahan yang dibentuk oleh negara-negara Teluk tersebut, baik itu di wilayah Yaman Selatan maupun di wilayah Yaman Utara.

Alasannya sederhana yaitu karena mereka meyakini bahwa pemerintahan tersebut adalah pemerintahan Islam dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka. Inilah hal yang diinginkan masyarakat yaitu tercapainya kepentingan agama dan dunia mereka sekaligus.

Supaya kita jauh dari sekedar angan-angan dan khayalan hendaknya kita bersinergi dengan revolusi rakyat di Yaman Selatan. Ibaratnya ada sebongkah batu besar yang jatuh dari atas sebuah gunung, dan ini adalah sebuah keberuntungan bagi siapa yang dapat mengambilnya. Namun menghentikan batu besar itu untuk kepentingan kita adalah sebuah perkara yang tidak mungkin dilakukan. Batu besar itu secara alami akan berhenti pada orang yang memiliki kemampuan untuk menguasainya. Dan orang yang memiliki kemampuan menguasainya itu pada saat ini adalah kelompok oposisi Yaman yang akan mendapat dukungan dari negara-negara Teluk.

Namun jika kita melihat dari sisi efek, akan nampak bahwa ketika Amerika lemah maka kelemahannya akan diiringi oleh kelemahan semua agen-agennya, lalu mujahidin bersiap untuk menaungi masyarakat dengan payung Khilafah.

Kita akan menjadi pilihan yang paling dekat dengan mereka. Karena mereka adalah orang-orang Islam yang tinggal di negeri muslim dan sudah wajar jika mereka menerima mujahidin untuk menegakkan kembali Khilafah dan menjalankan hukum syari’at Allah.

Inilah faktor yang paling ditakutkan musuh pada mujahidin lebih dari ketakutan mereka terhadap kelompok Rafidhah (Syi’ah).

Atas dasar itu semua, maka tidak semestinya kita memulai usaha mendirikan negara di Yaman meskipun rakyat sendiri telah bangkit melakukan revolusi terhadap pemerintah dan berhasil menjatuhkannya, baik itu di seluruh wilayah Yaman atau di wilayah Yaman Selatan saja.

Bahkan, meskipun orang-orang yang dicalonkan untuk menguasai negara adalah orang-orang yang buruk. Karena dampaknya akan lebih berbahaya bagi Islam dan kaum muslimin jika kita memulai suatu usaha yang penopang-penopang keberhasilannya belum siap. Hal itu akan menggiring kita ke dalam dilema dengan masyarakat, dan akan menjadikan kekuatan mujahidin di sana berada di bawah bombardir musuh.

Karena kita dalam pandangan penguasa negeri dua tanah suci (Arab Saudi) adalah musuh bebuyutan, sementara eksistensi kita di Yaman akan menjadi bahaya yang mengancam kerajaan mereka.

Belum lagi kesetiaan mereka dalam menuruti perintah Amerika untuk memerangi kita, sehingga mereka pasti akan menggelontorkan dana yang sangat besar untuk merekrut kabilah-kabilah Yaman supaya membunuh kita. Mereka akan berhasil mengendalikan mayoritas pedang rakyat, yang akan menjadikan kekuatan mujahidin Yaman berada di bawah bombardir musuh dan berada dalam situasi yang sangat berbahaya.

 

Poin-poin Penting Lain:

  1. Saya berharap Anda menenangkan saya tentang kondisi anak-anak saudara kita Syaikh Sa’id rahimahullah dan tentang kronologi syahidnya beliau dan bagaimana cara musuh mengetahui posisi beliau. Karena saya berniat akan memberikan ucapan belasungkawa kepada umat Islam atas gugurnya beliau. Namun saya sendiri belum mendengar pernyataan yang jelas tentang berita tersebut dari pihak Anda.

Saya juga berharap Anda menyampaikan salam dan bela sungkawa saya kepada saudara kita Syaikh Abu Muhammad, serta Anda menenangkan saya tentang kondisi beliau. Karena sejak beberapa bulan lalu saya telah mengirim beberapa surat kepadanya, namun Syaikh Sa’id rahimahullah mengatakan bahwa kurir dari Syaikh Abu Muhammad belum lagi datang kepada Syaikh Sa’id.

Kemudian sudah berselang beberapa waktu terakhir ini menjadi tanda tanya kenapa tidak terdengar lagi suaranya di media. Semoga halangannya adalah kebaikan dan saya nasehatkan supaya beliau disertai beberapa pengawal dari Ikhwah Arab.

  1. Saya telah katakan dalam beberapa surat saya yang lalu kepada Syaikh Sa’id rahimahullah mengenai pentingnya para ikhwah di jajaran qiyadah keluar dari Waziristan, terutama mereka yang memiliki aktifitas tampil di media.

Maka saya tegaskan lagi kepada Anda tentang masalah ini, supaya Anda menyiapkan tempat-tempat yang aman dan jauh dari jangkauan kamera pesawat dan bombardir, untuk dijadikan tempat pindah, dengan menggunakan prosedur keamanan yang ketat.

Juga hendaknya Anda berusaha untuk mengeluarkan para ikhwah yang memiliki kemampuan khusus setelah mereka berkesempatan untuk merasakan peperangan, baik dengan mengikuti sebuah pertempuran besar atau pernah tinggal di front dalam waktu kurang lebih satu bulan.

  1. Alangkah baiknya jika Anda mengusulkan kepada saya nama beberapa Ikhwah yang layak untuk menjadi wakil Anda.
  2. Alangkah baiknya jika Anda mengusulkan salah seorang Ikhwah yang layak untuk menjadi penanggung jawab umum untuk program eksternal di seluruh wilayah. Dan jika Anda tidak dapat mengusulkan seorang ikhwah untuk memikul tanggung jawab ini, maka tugas ini termasuk menjadi tanggung jawab Anda.

Untuk diketahui bahwasanya Syaikh Yunus adalah penanggung jawab untuk program eksternal di wilayah Afrika dan Asia Barat. Maka saya berharap Anda menyampaikan hal ini kepadanya.

Sebelumnya saya telah mengirim surat kepada Syaikh Sa’id rahimahullah, juga kepada Anda, tentang pentingnya program eksternal, semoga surat-surat tersebut telah sampai kepada Anda. Namun bagaimana pun surat tersebut telah saya lampirkan dalam surat-surat kepada Anda.

  1. Alangkah baiknya jika Anda mengusulkan seorang ikhwah yang layak untuk menjadi penanggung jawab untuk amaliyat yang besar di Amerika.
  2. Alangkah baiknya jika Anda memilih beberapa ikhwah yang jumlahnya tidak lebih dari 10 orang, kemudian dikirim ke negaara-negara mereka masing-masing secara terpisah tanpa masing-masing mereka mengetahui yang lainnya, supaya mereka belajar mengendalikan pesawat. Lebih baik lagi jika para ikhwah tersebut berasal dari negara-negara Teluk, karena di sana biaya belajar ditanggung oleh pemerintah.

Selain itu hendaknya pemilihan mereka dilakukan dengan cara ketat dan syarat-syarat yang detil. Di antara syaratnya adalah hendaknya mereka memiliki keinginan untuk melakukan amaliyah fida-iyah dan siap untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan menantang, penting dan pelik, yang mungkin akan kita perintahkan kepadanya pada masa yang akan datang.

Maka saya berharap hal ini mendapatkan perhatian karena urgensinya yang sangat tinggi dan hendaknya disiapkan sarana-sarana untuk memantau para ikhwah yang berangkat belajar penerbangan supaya kita dapat meminimalisir beban jihad dari mereka.

  1. Alangkah baiknya jika Anda meminta kepada para ikhwah di seluruh wilayah, jika di mereka ada seorang ikhwah yang memiliki keistimewaan akhlak yang baik, pemberani, menjaga rahasia dan bisa bekerja di Amerika, misalnya karena ia tinggal di Amerika atau mudah baginya untuk pergi ke Amerika, hendaknya para ikhwah di wilayah itu memberitahukannya kepada kita tanpa harus melalui prosedur apapun, dengan juga memberitahukan kepada kami apakah ikhwah yang dimaksud tersebut memiliki keinginan untuk melakukan amaliyah fida-iyah atau tidak.
  2. Alangkah baiknya jika Anda mengirim surat kepada para ikhwah di semua wilayah tanpa terkecuali bahwa jika di antara mereka ada yang memiliki program amaliyat di luar wilayah mereka, maka meraka harus membicarakan penyelenggaraannya dengan Anda.

Ini adalah perkara yang vital, supaya satu amaliyat tidak saling berbenturan dan saling menggagalkan dengan amaliyat yang lain, dan bahkan bisa membongkar kegiatan sebagian ikhwah dan menyebabkannya tertangkap.

  1. Alangkah baiknya jika Anda mengirim dua surat, salah satunya kepada Al-Akh Abu Mus’ab Abdul Wadud[3] dan satu lagi kepada Al-Akh Abu Bashir Al-Wuhaisyi. Anda minta kepada keduanya agar berusaha maksimal untuk bekerjasama dengan Syaikh Yunus mengenai apa saja yang beliau minta dari mereka. Juga hendaknya disampaikan kepada para ikhwah di Maghrib Islami agar mereka menyiapkan apa saja yang diperlukan oleh Syaikh Yunus untuk membantu [mujahidin di] Mali yang mungkin bisa mencapai 200 ribu Euro selama enam bulan ke depan.

Hendaknya dua surat tersebut dikirimkan kepada dua ikhwah kita tersebut dengan bekerja sama dengan Syaikh Yunus. Anda siapkan nama yang dapat menyamarkan kewarga negaraannya. Kemudian dicari cara yang aman untuk komunikasi dan hubungan antara mereka dengan Syaikh Yunus.

Juga mesti diingatkan tentang pentingnya sistem keamanan yang super maksimal dalam bekerja, dan orang yang kenal dengan Syaikh Yunus harus tetap terbatas para qiyadah di wilayah yang beliau memiliki program dengan para ikhwah di wilayah tersebut.

Selain itu juga mesti disampaikan kepada para ikhwah Yaman ketika Anda memberitahu mereka tentang masalah keharusan berhubungan dengan Anda sebelum mereka melakukan amaliyat apapun di luar wilayah semenanjung Arabia, bahwa amaliyat yang dilakukan di laut yang masih dalam wilayah perairan regional Semenanjung Arabia adalah termasuk program eksternal yang harus menggunakan prosedur hubungan [dengan Anda] yang sama.

Seiring itu harus tetap diperhatikan keharusan menjelaskan kepada para ikhwan yang berada di seluruh wilayah akan pentingnya koordinasi [dengan Anda] dan bahayanya kalau melakukan koordinasi [dengan Anda].

Secara umum, pada sebagian besar perkara yang kita meminta para ikhwah untuk melakukannya, sebaiknya disertai penjelasan tentang tujuan atau sebabnya, selama hal itu tidak menyebabkan terbongkarnya kerahasiaan amaliyat.

  1. Saya harap Anda menulis data tentang saudara kita Syaikh Yunus, kemudian Anda kirimkan kepada kami secapatnya. Data itu mencakup kelahirannya, pertumbuhannya, latar belakang akademisnya, status sosialnya, dan ketrampilannya yang paling menonjol. Juga mencakup akhlaknya, caranya berinteraksi dengan mujahidin, kedekatan mujahidin dengannya, waktu bergabungnya dengan multazimin (aktifis Islam) dan keberangkatannya ke medan jihad.

Jika Anda tidak bisa menulis data secara lengkap, maka alangkah baiknya jika Anda meminta bantuan kepada para ikhwah di Maghrib Islami setelah Anda kirimkan data yang dapat Anda tulis.

  1. Pada surat sebelumnya kami meminta laporan kepada penanggung jawab keamanan Al-Akh Abul Wafa’ dan juga kepada wakilnya tentang situasi kalian di sana. Namun sampai sekarang laporan tersebut belum sampai kepada kami. Maka alangkah baiknya jika Anda melakukan pengecekan.
  2. Alangkah baiknya jika Anda menuliskan kepada kami rincian kondisi keuangan yang ada pada kalian dan pandangan serta perencanaan Anda untuk memperbaiki kondisinya.

Selain itu hendaknya masuk dalam penertiban anggaran Anda adalah menyiapkan dana yang diperlukan untuk keperluan para ikhwah yang bersama kalian dan keluarga mereka untuk masa satu tahun, baik pada saat prediksi untuk masa yang akan datang itu mengindikasikan akan membaiknya kondisi keuangan atau sebaliknya.

  1. Alangkah baiknya jika Anda sampaikan kepada kami data-data yang cukup tentang saudara kita Abu Bakar Al-Baghdadi dan wakil pertamanya, juga Abu Sulaiman An-Nashih Li-Dinillah.[4] Akan lebih baik jika Anda menanyakan tentang mereka dari berbagai sumber dari para ikhwah yang Anda percayai di sana [Irak] supaya masalah ini lebih jelas bagi kita.

Selain itu kami berharap Anda menanyakan kepada saudara-saudara kita di Jama’ah Ansharul Islam mengenai sikap mereka terhadap para amir baru, yakni Abu Bakar Al-Baghdadi dan para ikhwannya.

Saya juga ingin mengingatkan Anda agar mengerahkan usaha maksimal guna mengusahakan persatuan dan mengurai masalah perselisihan antar seluruh kelompok jihad di Irak.

Di antara usaha yang harus Anda tempuh untuk menyatukan mereka adalah hendaknya Anda mengirim surat secara khusus kepada para ikhwah kita di sana dan Anda tegaskan dalam surat tersebut tentang pentingnya persatuan dan perkumpulan, dan bahwa hal ini merupakan salah satu prinsip Islam yang harus lebih diutamakan daripada kelompok, pemimpin dan nama, jika semua itu ada yang menjadi penghalang pelaksanaan kewajiban yang agung ini.

  1. Saya juga ingin mengingatkan Anda mengenai urgensi dan pengaruh penjelasan orang pertama terhadap respon masyarakat kepada orang yang berbicara kepada mereka mengenai kepentingan mereka. Terutama setelah orang tersebut memiliki tanggung jawab besar.

Oleh karena kita memikul tanggung jawab dakwah yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat, maka hal ini menuntut kita untuk bersungguh-sungguh berusaha mengetahui apa yang sesuai dengan mereka dan dengan cara bagaimana supaya kebenaran itu sampai kepada mereka dengan mudah dan dapat mereka terima dengan baik.

Termasuk dalam masalah ini adalah menyingkirkan hal-hal yang memancing keheranan mereka dan antusias terhadap perkara-perkara yang secara syar’i hukumnya mubah dan telah menjadi kebiasaan mereka.

Mungkin termasuk dalam masalah ini adalah tampil di media dengan menggunakan nama asli meskipun tidak menjadi yang pertama. Juga tampil dengan mengenakan pakaian Arab itu lebih familiar bagi masyarakat [Arab] daripada mengenakan pakaian para ikhwah dari wilayah [Afghanistan] ini.

Hal yang juga disenangi umamnya masyarakat adalah singkat dalam ceramah video maupun audio, sementara untuk penjabarannya bisa disampaikan di situs internet.

Ini semua adalah murni pendapat saya dan saya ingin mengetahui pendapat Anda.

 

[Pelaku Serangan Syahid Minimal Dua Orang]

  1. Hendaknya Anda kirimkan surat kepada para ikhwah di semua wilayah agar tidak memberangkatkan dalam sebuah amaliyah fida-iyah [serangan berani mati atau serangan syahid] hanya seorang diri. Paling minim hendaknya dua orang. Karena kami telah mencobanya [pengiriman seorang saja sebagai pelaku serangan syahid] dalam berbagai amaliyat dan prosentase keberhasilannya sangatlah rendah lantaran adanya beberapa faktor kejiwaan yang muncul pada diri ikhwah pelaksana pada kondisi semacam ini.

Mungkin pengalaman yang terbaru dalam hal ini adalah amaliyat yang dilakukan ikhwah Yaman terhadap Duta Besar Inggris, di mana pelaksananya hanya satu orang ikhwah kita, semoga Allah merahmati dengan rahmat yang seluas-luasnya dan menerimanya dalam golongan syuhada’.[5]

Betapa pun ikhwah tersebut memiliki keberanian dan keteguhan, namun faktor-faktor kejiwaan yang menjadi bawaan manusia dalam situasi semacam ini menuntut adanya teman yang meneguhkannya.

Mungkin sebagian orang beralasan bahwa sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhu juga melakukan amaliyat sendirian. Ini adalah penyerupaan (qiyas) sebuah perkara dengan perkara lainnya yang berbeda, karena yang dilakukan para sahabat itu bukanlah amaliyat fida-iyah, padahal antara keduanya ada perbedaan yang besar.

  1. Saya telah meminta kepada Syaikh Sa’id rahimahullah agar menugaskan al-akh Ilyas untuk menyiapkan dua regu, satu regu di Pakistan dan satu regu lagi di Afghanistan di provinsi Baghram. Tugasnya adalah memantau kunjungan Barack Obama atau David Petraeus ke Afghanistan, untuk melakukan amaliyat yang menargetkan pesawatnya keduanya.

Adapun jika pejabat Amerika yang mengadakan kunjungan itu adalah Wakil Presiden Amerika Joe Biden atau Menteri Pertahanan Robert Gates atau Kepala Gabungan Kepala Staf Michael Mullen, atau utusan khusus Barack Obama di Afghanistan atau Pakistan Richard Holbooke, maka orang-orang semacam mereka ini tidaklah menjadi target serangan. Sehingga dua regu tersebut tetap pada tugasnya untuk mengintai Barack Obama atau .

Alasan kenapa kita fokus kepada kedua orang ini adalah karena Barack Obama adalah kepala kekafiran dan kematiannya akan secara otomatis menjadikan Joe Biden sebagai presiden pada sisa masa jabatan kepresidenan sebagaimana yang berlaku pada mereka. Padahal Joe Biden itu tidaklah siap sama sekali untuk menduduki jabatan tersebut, sehingga akan menjadikan Amerika masuk ke dalam krisis.

Sementara adalah pemeran utama dalam perang pada satu tahun terakhir ini, sehingga kematiannya akan mempengaruhi jalannya peperangan.

Maka saya mengharap kalian meminta kepada al-akh Ilyas agar mengirim surat kepadaku mengenai langkah-langkah yang dia tempuh dalam proyek ini.

  1. Alangkah baiknya jika Anda berhubungan dengan saudara-saudara kita Thaliban Pakistan dan Afghanistan khusus mengenai proyek eksternal supaya terjadi kerjasama yang sempurna di antara kita.

Di antara perkara yang harus dibicarakan dengan mereka adalah bahwa kita telah mulai membuat perencanaan untuk membuat proyek serangan di dalam negara Amerika sejak lama, dan kita telah mendapatkan pengalaman dalam bidang ini.

Kita dan mereka adalah bersaudara sehingga tidak sepantasnya kita terjerumus dalam kesalahan yang dapat merugikan kaum muslimin dan menguntungkan musuh, sebagai akibat tidak adanya hubungan di antara kita.

Misalnya adalah amaliyat yang dilakukan oleh al-akh Faishal Syahzad fakkallahu asrah, sebenarnya masih ada peluang untuk menghindari kesalahan yang terjadi dan menyelamatkan Al-Akh tersebut dari penangkapan dengan cara yang sangat mudah dan gampang bagi orang yang memiliki pengalaman di lapangan tersebut. Seandainya ada salah seorang ikhwah yang membeli mobil kemudian meninggalkan Amerika menuju Waziristan sebelum melakukan amaliyat, tentu tidak akan mungkin Al-Akh tersebut dapat ditangkap dengan begitu cepat. Coba bandingan hal itu.[6]

Hendaknya Anda memberitahukan kepada mereka tentang pentingnya kerja sama di antara kita dan terbukanya peluang untuk melakukan amaliyat bersama akan meminimalkan terjadinya kesalahan semacam ini, di mana setelah kegagalan amaliyat itu Amerika memberikan komentar bahwa mujahidin tidak lagi mampu melakukan amaliyat besar dan membuat perencanaan secara cermat.

 

[Kewaspadaan Saat Berinteraksi Dengan Wartawan]

  1. Hendaknya masuk dalam perhitungan Anda adanya kemungkinan, meskipun lemah, bahwa para wartawan bisa jadi dipantau secara tidak kita sadari dan tidak pula mereka sadari. Baik pantauan darat maupun pantauan melalui satelit. Khususnya adalah Ahmad Zaidan.[7]

Bisa juga kemungkinannya adalah mereka dipasangi chip pada sebagian peralatan mereka sebelum mereka datang ke tempat pertemuan dengan mereka untuk suatu keperluan tertentu maupun untuk mengadakan wawancara dengan salah seorang ikhwah.

Sebagaimana yang kalian ketahui bahwa Ahmad Zaidan telah melakukan beberapa kali wawancara dengan para pimpinan Thaliban, juga dengan Syaikh Sa’id rahimahullah, namun belum pernah terjadi Amerika membunuh salah seorang dari mereka yang diwawancarainya dan Amerika tidak pula mengetahui tempatnya melalui pemantauan terhadap Ahmad Zaidan.

Namun bisa saja hal itu menjadikan bahan perhatian Amerika. Karena Amerika berhasil mengetahui rumah yang ditempati Abu Umar Al-Baghdadi dan Abu Hamzah Al-Muhajir dengan pantauan satelit terhadap beberapa ikhwah yang bergabung dengan mereka setelah para ikhwah tersebut keluar dari penjara.

Atas dasar kemungkinan ini maka sebagai bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan, serta untuk menjadikan usaha musuh sia-sia di bidang pengembangan [pencarian tokoh-tokoh mujahidin], maka jauhilah pertemuan apapun dengan wartawan.

Juga harus diperhatikan bahwa pantauan melalui kamera pesawat ataupun satelit, semestinya tidak dihindari hanya dengan melakukan manuver, mengganti kendaraan dan melakukan pertemuan dengan para wartawan di tempat yang jauh dari tempat keberadaan mujahidin, serta datang pada waktu malam hari supaya mereka tidak mengenal tanda-tanda jalan, dan prosedur-prosedur lain yang semacamnya. Akan tetapi hendaknya disikapi menggunakan cara-cara aman untuk berkomunikasi dengan pihak media dan wartawan, yaitu dengan menggunakan surat.

Maka saya ingin Anda sampaikan kepada ikhwan-ikhwan kita Thaliban Pakistan dan Afghanistan mengenai hal ini sebagai usaha kita untuk keselamatan mereka.

 

[Prosedur Keamanan Komunikasi]

  1. Sesungguhnya di antara hal yang tidak samar lagi bagi Anda adalah penggunaan satu cara dalam waktu yang lama dalam berkomunikasi di antara kita merupakan titik lemah dari sisi keamanan. Karena hal itu akan memudahkan musuh untuk mengetahui cara kita berkomunikasi.

Maka sebagai langkah awal, kita harus menggunakan prosedur berikut:

  1. Janganlah para ikhwah yang menjadi kurir dari pihak kami bertemu dengan para ikhwah yang menjadi kurir dari pihak Anda untuk menyerahkan atau menerima surat-surat, kecuali di salah satu pasar tertutup seperti pasar-pasar di pusat-pusat perdagangan (mall).
  2. Hendaknya ikhwah yang keluar membawa surat dari Waziristan melaporkan kepada Anda semua data perjalanannya sejak keluar dari Waziristan.

Dalam laporan tersebut ikhwah tersebut harus melaporkan situasi keamanan apakah normal seperti biasa atau terjadi perubahan dan prosedur keamanan baru seperti semakin ketat dalam pemeriksaan atau pertanyaan atau pemotretan; sama saja apakah yang dituju [oleh pemeriksaan, pertanyaan dan pemotretan pihak keamanan] itu orang-orang tertentu maupun secara umum mencakup semua buronan.

Atau jika terjadi pergantian unsur-unsur petugas pengecekan dengan petugas-petugas keamanan baru yang lebih teliti dan lebih waspada daripada petugas-petugas keamanan yang ada sekarang.

  1. Khusus mengenai Al-Akh Abu Thalhah Al-Almani, sebelumnya Syaikh Sa’id — semoga Allah merahmati dan memasukkan beliau ke dalam golongan syuhada’ — telah menyampaikan kepada saya bahwa Al-Akh Abu Thalhah Al-Almani tengah menuju pelaksanaan sebuah amaliyah inghimasiyah.

Jika amaliyah tersebut telah dilaksanakan, kami memohon kepada Allah agar menerima beliau dalam golongan syuhada’ dan menempatkannya di surganya yang luas, serta menggantikan mujahidin dengan yang lebih baik lagi darinya.

Namun jika pada amaliyatnya ada halangan dan Anda melihat pada dirinya ada kemampuan khusus yang dibutuhkan oleh bagian operasi eksternal, maka alangkah baiknya jika Anda memberitahukan kepada Al-Akh mengenai hal itu supaya dia mengurungkan keinginannya untuk melakukan amaliyah inghimasiyah, dan Anda meminta dia agar menuliskan untukku mengenai pandangannya tentang operasi eksternal.

  1. Alangkah baiknya jika Anda meminta kepada para ikhwah Thaliban Pakistan agar mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan amaliyat terakhir di Lahore terhadap kelompok Brelwi.[8]

Juga coba tanyakan kepada mereka tentang kebenaran berita yang mengatakan usaha-usaha awal untuk perundingan damai dan gencatan senjata antara mereka dengan pemerintah Pakistan. Lalu apa pendapat mereka dan pendapat kalian tentang hal itu. Padahal telah diketahui bahwa apa yang telah saya jelaskan tentang Yaman mungkin banyak yang sesuai dengan kondisi yang ada pada Anda [di Waziristan dan Pakistan].[9]

  1. Alangkah baiknya jika Anda memberitahukan kepada kami tentang kebenaran berita tertangkapnya saudara kita Azzam Al-Amriki.
  2. Alangkah baiknya jika Anda kirimkan kepada kami buku Syaikh Abu Yahya Al-Libi yang berjudul At-Tatarrus Fil Jihadil Mu’ashir, dan Nazharat Fil Ijma’il Qath’i.[10] Lebih baik lagi jika Anda memberikan kepada kami semua materi dakwah yang telah kalian terbitkan.
  3. Satu lampiran berupa surat untuk Syaikh Yunus, saya berharap Anda sampaikan kepadanya jika beliau bersama Anda atau jika beliau telah pergi namun ada cara yang aman untuk mengirimkan surat tersebut kepadanya. Jika tidak ada jalur yang aman untuk mengirimkan surat tersebut kepadanya, maka saya harap surat tersebut dimusnahkan.

 

[Seleksi Para Calon Pengawal Syaikh Usamah]

  1. Alangkah baiknya jika Anda memberitahukan kepadaku tentang para ikhwah lokal yang bersama kalian yang tidak ada halangan untuk menjadi pengawalku dan untuk melaksanakan tugas ini.

Sebelumnya saya telah meminta kepada Syaikh Sa’id rahimahullah untuk memberitahu saya tentang para ikhwah yang bersamanya, lalu beliau menyebutkan beberapa ikhwah namun kondisi mereka dari sisi keamanan tidak cocok dengan kondisi kami. Dan nampaknya pilihan yang ada padanya sangat terbatas.

Oleh karena itu saya harap Anda melanjutkan pencarian orang-orang yang sesuai. Lalu Anda kirimkan kepada kami nama-nama dan data pribadi mereka yang kalian pandang layak. Karena kalian lebih paham dengan ciri-ciri yang harus dipenuhi.

Misalnya:

  • Dia harus telah terseleksi secara ketat sehingga tidak ada ruang lagi untuk dicurigai.
  • Dia tidak memiliki kasus apapun yang berkaitan dengan keamanan, misalnya menjadi buronan.
  • Dia hendaknya memiliki dokumen resmi (KTP dan lain-lain) meskipun sudah lama untuk kemudian diperbaharui.
  • Dia hendaknya memiliki kemampuan untuk menyewa rumah dan membeli kebutuhan-kebutuhan hidup.
  • Dia hendaknya sangat menjaga rahasia meskipun kepada keluarganya dan orang-orang terdekatnya.
  • Memiliki akhlak yang baik, tenang perangainya, penyabar, santun, waspada, paham dengan tipu daya musuh, tahan untuk tidak mengunjungi keluarganya jika hal itu membahayakan, dan hendaknya dia bukan berasal dari daerah yang mengundang kecurigaan lantaran banyaknya mujahidin yang berasal dari daerahnya, misalnya dari Waziristan.
  • Lebih baik lagi jika dia tidak memberitahukan kepada kalian nama aslinya dan tempat tinggal keluarganya.

Saya berharap hal ini diseriusi dan kami diberi tahu selama dua bulan karena waktu yang diberikan oleh para pengawal kami terbatas.

 

[Kedatangan Keluarga Syaikh dan Ikhwah Dari Iran]

  1. Al-Akh Abdullah Al-Halabi (Abdul Lathif) telah memberi kabar kepadaku bahwa keluargaku di Iran tengah dalam perjalanan menuju para ikhwah di Pakistan atau Waziristan.

Maka dalam rangka kehati-hatian dan menjaga keselamatan semua orang hendaknya kita masukkan dalam perencanaan kita bahwa model kedatangan mereka berbeda dengan model kedatangan para ikhwah kita yang datang sebelumnya dari Iran, karena beberapa alasan.

Di antaranya bahwa Ladin anak saya[11] telah diizinkan Iran untuk keluar dari Iran menuju Suriah, untuk menunjukkan kepada tahanan lainnya tentang keinginan baik mereka untuk membebaskan mereka. Anakku sendiri akan optimis memberikan keyakinan kepada keluarga bahwa saudara-saudaranya akan keluar dalam waktu dekat dari Iran.

Padahal tidak samar lagi bagi kalian bahwa berita semacam ini tentu akan cepat menyebar melalui telepon, sementara semua jaringan telepon dipantau. Sehingga informasi semacam ini berada dalam jangkauan pengetahuan musuh. Oleh karena itu jika pimpinan intelejen kawasan jeli, mereka akan memprediksikan bahwa anak-anak saya telah menuju ke tempatku. Mereka akan melakukan pemantauan terhadap anak-anak saya agar mereka sampai ke tempat yang akan dihuni oleh anak-anak saya.

Seberapa pun besar-kecilnya kemungkinan anak-anak saya dipantau, sebagai bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan, kita harus memutuskan pantauan tersebut dengan cara berikut:

  • Hendaknya mereka menuju terowongan yang terletak di antara Kohat dan Peshawar, lalu ditetapkan tempat tertentu untuk bertemu antara mereka dengan salah seorang ikhwah.

  • Hendaknya pertemuan itu dilakukan di dalam terowongan dan dilakukan pertukaran mobil, sehingga mereka menaiki mobil ikhwah yang akan membawa mereka sebagai ganti dari kendaraan yang mereka naiki sebelumnya.

  • Hendaknya ikhwah yang akan membawa mobil diingatkan tentang pentingnya menepati waktu dan tempat yang telah disepakati secara detil.

  • Setelah dilakukan pertukaran mobil, ikhwah yang membawa mobil yang dimungkinkan dipantau tersebut haursmelanjutkan perjalanannya menuju tempat yang tidak mencurigakan sama sekali.

  • Lalu mereka yang baru datang dari Iran ke Peshawar, mereka harus pergi menuju salah satu pasar tertutup untuk dilakukan sekali lagi prosedur pergantian mobil sebagaimana yang dilakukan di terowongan, kemudian mereka baru melanjutkan perjalanan ke tempat yang aman di Peshawar yang telah kami siapkan untuk menerima kedatangan mereka, dengan izin Allah.

  • Sesungguhnya kunci kesuksesan cara menghindari pantauan ini adalah hendaknya ketika mereka pergi menuju terowongan dan bergerak setelah keluar darinya, dilakukan pada saat cuaca mendung, meskipun hal itu menjadikan mereka harus menunggu beberapa saat. Karena telah diketahui bahwa kawasan Peshawar dan sekitarnya itu sering berawan.

Selain itu mereka harus diingatkan untuk tidak membawa semua barang yang mereka bawa dari Iran, seperti koper perjalanan atau semua benda yang memiliki lobang meskipun sebesar lobang jarum. Karena sekarang ini telah dikembangkan alat perekam suara yang sangat kecil sekali yang dapat dimasukkan ke dalam jarum suntik.

Oleh karena Iran itu tidak bisa dipercaya, maka ada kemungkinan mereka menanamkan beberapa chip pada beberapa peralatan orang-orang yang dating [ke Pakistan].

Prosedur semacam ini hanya diberlakukan untuk Ummu Hamzah saja.[12] Adapun untuk dua anak saya, Utsman[13] dan Muhammad[14], maka alangkah baiknya jika keduanya disiapkan tempat yang aman untuk keduanya di Pakistan.

Sebaiknya Iran dikirimi surat bahwa jika mereka membebaskan keluarga saya dan tidak menyertakan anak perempuanku, Fathimah.[15] Karena Iran telah menjanjikan jika kita membebasan orang-orang Iran yang kita tawan, maka Iran akan membebaskan keluargaku.

Janji Iran untuk membebaskan keluargaku itu mencakup anak perempuanku, Fathimah, sementara Fathimah itu terikat dengan suaminya. Sungguh tidaklah adil memisahkan seorang wanita dari suaminya. Maka hendaknya Fathimah dibebaskan bersama suaminya, dan suaminya dibebaskan bersama istrinya, Ummu Hafsh.

Adapun khusus mengenai anakku Hamzah[16], sebelumnya Anda punya pendapat hendaknya dihentikan aktifitas kedatangan ikhwah kepada kita melihat sulitnya kondisi saat ini.

Namun setelah saya mengkaji masalah ini dan saya kirimkan surat kepada Syaikh Sa’id rahimahullah tentang pendapat saya, ternyata beliau menyetujuinya, yaitu hendaknya kita tetap menerima ikhwah yang datang supaya tetap ada aliran kehidupan bagi kita dan tetap adanya pengganti dari personal-personal berpotensi dan kader-kader yang hilang, dengan catatan masa menetap mereka di Waziristan harus dibatasi dua atau tiga minggu, kemudian mereka diberikan pelatihan kilat dengan materi pokoknya adalah wawasan selain dasar-dasar penggunaan senjata. Dari pelatihan itu kita dapat mengetahui potensi dan kemampuan para ikhwah yang datang.

Bagi ikhwan yang kita dapatkan memiliki kemampuan menonjol di bidang dakwah dan perekrutan, maka kita harus mengirimkannya kembali ke negaranya supaya dia melaksanakan tugas-tugas yang telah kita tetapkan baginya, seperti menyebarkan motivasi jihad melalui internet atau mengumpulkan dana atau merekrut para ikhwah potensial.

Kita sisakan beberapa orang dalam jumlah terbatas untuk mengembangkan kemampuan mereka bersama kalian di Waziristan.

Adapun para pemuda sisanya, maka siapa saja yang Anda perhatikan memiliki kesabaran, keuletan dan kedisiplinan dengan akhlak-akhlak Islam, hendaknya Anda mengirimkan mereka ke front-front bersama Thaliban, setelah Anda beritahukan kepada para pemuda tersebut bahwa mereka akan hidup dengan gaya hidup ikhwah Thaliban.

Adapun ikhwan yang Anda perhatikan tidak memiliki sifat-sifat seperti tadi, maka sampaikanlah permintaan maaf kepadanya dan sampaikan kepadanya bahwa apabila kondisi kami membaik kami akan memanggilnya supaya dia dan orang-orang semacam dia datang menyusulnya.

Atas dasar ini maka saya punya pendapat yang ingin saya musyawarahkan dengan Anda, yaitu bagaimana kalau anak saya Hamzah pergi saja ke Qatar untuk menuntut ilmu syar’i dan pemahaman realita. Lalu dia melaksanakan kewajiban di bidang penyadaran umat dan menyampaikan sebagian dari apa yang kita inginkan untuk disampaikan kepada umat, serta menyebarkan pemikiran jihad dan membantah pemikiran-pemikiran yang salah dan kesamaran-kesamaran yang disebar-luaskan seputar masalah jihad melalui sarana yang umumnya dipakai orang yang tersedia di sana.

Karena tidak samar lagi bagi Anda bahwa umat ini butuh sentuhan dan komunikasi dari dekat, serta dipahami kondisinya dan celah-celah yang memungkinkan kita masuk darinya untuk menyampaikan pemahaman.

Mujahidin sendiri tidak memiliki peluang yang besar dalam hal ini lantaran jauhnya posisi mereka dan lantaran mereka diburu oleh kekuatan kekafiran internasional. Kondisi ini menjadikan mujahidin kehilangan kesempatan untuk memahami keinginan umat untuk diajak komunikasi dan dipenuhi kebutuhannya.

Hamzah berasal dari kalangan mujahidin dan membawa pemikiran dan misi yang sama dengan mujahidin. Pada waktu yang sama dia bisa bersentuhan dengan umat, sebab dia tidak mungkin diadili dan pemerintah Qatar tidak mungkin memintanya untuk menyerahkan diri, sebab dia masuk penjara ketika masih kanak-kanak, sehingga dia tidak punya kasus apapun dengan mereka.

 

[Program Film Dokumenter Syaikh Usamah]

  1. Beberapa waktu lalu kita telah saksikan acara TV tentang hamba yang faqir ini (yakni; Syaikh Usamah sendiri), dan yang terakhir adalah salah satu episode dalam acara Al-Islamiyun (aktifis Islam). Di antara hal yang selalu diulang-ulang dalam acara tersebut adalah acara tersebut memakai informasi-informasi yang tidak benar dan terkadang tidak rinci.

Padahal tidak samar lagi bagi Anda bahwa jika seseorang itu tidak menjelaskan sendiri secara rinci sejarah hidupnya, maka para pegiat media dan sejarawan akan membuat sejarah baginya sesuai dengan data yang mereka milik, baik data itu benar atau salah.

Supaya permasalahan ini tidak campur aduk, maka muncul ide dalam benak saya hendaknya Anda membuat rencana dengan Ahmad Zaidan untuk membuat sebuah film dokumenter yang valid tentang kami, dengan menggunakan data-data otentik di lapangan yang mungkin bisa kami kirim kepada Anda pada surat yang akan datang.

Di antara hal yang Anda mesti sepakati dengan Ahmad Zaidan adalah hendaknya proyek ini menjadi proyek bersama antara TV Al-Jazeera dengan As-Sahab Media, sehingga hak publikasinya ada pada keduanya.

 

Sebagai penutup…

Kami tunggu berita-berita Anda dan sampainya surat-surat Anda. Kami berharap kepada Allah SWT agar membimbing kita semua kepada apa yang Dia cintai dan Dia ridhai, dan agar mengumpulkan kita setelah kita terpisah, dengan pertolongan dan rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Yang Maha layak dan Maha Kuasa atas hal itu. Dan akhir dari seruan kami adalah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

 

Saudara kalian Zamray

 

Letters From Abbottabad dipublikasikan oleh : Ar Rahmah

 

Team Muqawamah Media

 

 


[1] Al-Hirak Al-Janubi adalah aliansi tokoh-tokoh, kelompok-kelompok dan faksi-faksi di Yaman Selatan yang dibentuk pada 2007 M. Gerakan ini menghendaki pembubaran Negara Yaman Bersatu yang didirikan pada 2 Mei 1990 M dan menuntut kemerdekaan Yaman Selatan. Mereka hendak mendirikan kembali Republik Demokrasi Rakyat Yaman di Yaman Selatan. Sebagian besar faksi dalam Al-Hirak menempuh jalur demonstrasi damai dan pemogokan massal, namun beberapa faksi lainnya mengangkat senjata melawan pemerintahan Shan’a. Tokoh yang terpenting dan paling berpengaruh dalam Al-Hirak adalah Ketua Dewan Al-Hirak Hasan Ba’um dan Sekjen Dewan Al-Hirak Abdullah Hasan An-Nakhibi. Keduanya berada di dalam negeri Yaman. Adapun tokoh Al-Hirak di luar negeri yang paling berpengaruh adalah Ali Salim Al-Bidh. (Sumber: Al-Jazeera, edisi Senin, 28 Januari 2013 M)

[2]. Wartawan lapangan harian Al-Quds Al-Arabi dan pakar masalah AQAP, Abdur Razzaq Al-Jamal menulis artikel berjudul “Al-Qaeda, Melemah Atau Menguat Setelah Mundur Dari Provinsi Abyan?” dan dimuat oleh koran Yaman As-Sahafah dan koran London Al-Quds Al-Arabi edisi Kamis, 23 Mei 2013. Dalam artikel tersebut, ia antara lain menulis:

 

“Seorang komandan Al-Qaeda sekaligus Amir provinsi Abyan, Jalal Bal’idi Al-Marqasyi yang lebih terkenal dengan nama panggilan Hamzah Az-Zanjibari mengatakan bahwa menguasai sebuah wilayah itu memerlukan anggaran ekonomi dan militer yang besar. Ia menceritakan bahwa setiap bulan Al-Qaeda harus mengeluarkan biaya lebih dari 400 juta riyal Yaman di wilayah-wilayah yang dikuasainya. Belum lagi sulitnya memadukan antara menjalankan pemerintahan wilayah-wilayah yang dikuasainya dengan mengatur peperangan melawan musuh-musuh Al-Qaeda di wilayah-wilayah tersebut.”

“Dengan situasi pengurasan kekuatan ekonomi dan militer saat menguasai wilayah-wilayah tersebut, maka melepaskan wilayah-wilayah yang dikuasai tidak bisa dianggap sebagai sebuah kelemahan. Bahkan, seandainya Al-Qaeda tidak akan mundur dari wilayah-wilayah tersebut akibat serangan militer musuh-musuhnya; Al-Qaeda akan tetap mundur dari wilayah-wilayah tersebut akibat tekanan ekonomi.” (sumber: Arrahmah.com, edisi Kamis, 20 Rajab 1434 H/30 Mei 2013 M)

[3] Abdul Malik Drudkal atau lebih dikenal dengan nama panggilan Syaikh Abu Mush’ab Abdul Wadud dilahirkan pada 20 April 1970 M/14 Shafar 1390 H di desa Zayan, distrik Baldiyah, provinsi Balidah, Aljazair. Beliau dilahirkan dan tumbuh dewasa dalam keluarga yang taat beragama. Meraih gelar sarjana muda bidang Matematika pada 1989 M. Meraih gelar insinyur teknik dari Fakultas Teknologi Universitas Balidah pada 1993 M.

 

Ia bergabung dengan mujahidin Gerakan Daulah Islamiyah pimpinan Syaikh Said Makhlufi pada Rajab 1414 H/1993 M. Dengan spesialisasi teknik dan kimia yang ia kuasai, ia diserahi tugas di bidang pembuatan bom.

Beliau diangkat menjadi kepala semua bidang teknik militer, Brigade Jundu Al-Ahwal dalam Gerakan Daulah Islamiyah pada 1416 H/1996 M, lalu diangkat sebagai Amir Brigade Al-Quds. Pada 1421-1423 H/2001-2003 M ia diangkat sebagai anggota Dewan Sesepuh Jama’ah Salafiyah li-Dakwah wal Qital. Setelah Abu Ibrahim Musthafa [Nabil Shahrawi] diangkat sebagai Amir Jama’ah, ia diangkat menjadi Ketua Dewan Sesepuh Jama’ah. Pada Jumadil Akhirah 1424 H, ia diangkat sebagai Amir Jama’ah setelah Amir Abu Ibrahim Musthafa gugur. Pada Sya’ban 1427 H/2007 M, secara resmi ia mengumumkan Jama’ah Salafiyah li-Dakwah wal Qital membai’at Al-Qaeda Pusat dan berganti nama menjadi Al-Qaeda in Islamic Maghrib (AQIM). Sampai saat ini ia adalah Amir AQIM. Semoga Allah menjaganya dan meluruskan langkahnya. (sumber: Wikipedia.com)

[4] Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Husaini Al-Qurasyi adalah Amir Jama’ah Daulah Islam Irak pasca kesyahidan amir sebelumnya, Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi dan sejumlah petinggi Daulah Islam Irak. Pada bulan April 2013 M Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi mendeklarasikan Daulah Islam Irak dan Syam [ISIS: Islamic State in Irak and Sham], meliputi wilayah jihad Irak dan Suriah.

[5] Pelaku peledakan ini adalah seorang pemuda berumur 23 bernama Utman Ali Nu’man Ash-Shalawi. Peledakan itu dilakukan pada 26 April 2010 di daerah Naqam, sebelah timur ibukota Sana’a, dan menargetkan Dubes Inggris. Namun Dubes tersebut lolos dari serangan tersebut. (Sumber: Koran Ash-Sharq al-Awsath, edisi Selasa, 14 Jumadil Ula 1431 H/27 April 2010 M)

 

[6] Faishal Syahzad adalah warga negara Amerika keturunan Pakistan, dilahirkan pada tanggal 30 Juni 1979 M. Pada tanggal 1 Mei 2010 ia berusaha meledakkan sebuah mobil yang telah dirakit dengan bahan peledak yang diparkir di Times Square. Namun usaha ini gagal. Dia ditangkap kurang dari 48 jam di bandara JF Kennedy ketika hendak meninggalkan Amerika menuju Dubai. Pada tanggal 5 Oktober 2010 pengadilan New York menjatuhkan hukuman seumur hidup untuk Faishal Syahzad. (sumber: Wikipedia.com)

 

[7]. Ahmad Zaidan adalah seorang wartawan perang stasiun TV Al-Jazeera berkewarga negaraan Suriah. Ia berkali-kali mewancarai para pemimpin senior Al-Qaeda Pusat pasca serangan 11/9, seperti Syaikh Usamah bin Ladin, Aiman Az-Zhawahiri, Musthafa Abul Yazid dan Sulaiman Abu Ghaits. Ia juga berkali-kali bersama kelompok mujahidin Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, Liwa’ At-Tauhid dan lainnya saat meliput peperangan di Suriah. Salah seorang saudara kandungnya dibunuh oleh tentara rezim Nushairiyah Suriah.

 

[8] Brelwi atau Brelwiyah adalah sebuah kelompok [tarekat] shufi ekstrim yang didirikan di anak benua India, tepatnya di kota Brelwi, provinsi Utar Pradesh, pada masa penjajahan salibis Inggris. Brelwiyah didirikan oleh Ahmad Ridha Khan Taqi Ali Khan (1272-1340 H/1865-1921 M). Tokoh-tokoh utama Brelwiyah sepeninggalnya adalah Didar Ali (wafat 1935 M), Na’imuddin Al-Murad Abadi (1300-1367 H/1883-1948 M), Amjad Ali bin Jamaluddin bin Khudabasy (wafat 1367 H /1948 M), Hisymat Ali Khan (wafat 1380 H) dan Ahmad Yarkhan (1906-1971 M).

 

Secara fiqih, Brelwiyah bermadzhab Hanafi dan secara akidah merupakan salah satu kelompok shufi pelaku syirik qubur. Kelompok ini mengkultuskan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam dan orang-orang shalih secara berlebihan [ghuluw].

Mereka meyakini Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam mengetahui perkara yang ghaib dan isi dari Lauh Mahfuzh serta berperan serta dalam mengatur alam semesta. Mereka meyakini Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bukan manusia, melainkan cahaya Allah, yang hadir dan menyaksikan semua perbuatan makhluk di setiap tempat dan waktu.

Mereka menganjurkan pengikutnya untuk meminta pertolongan [istighatsah] dengan perantaraan nabi dan orang-orang shalih yang telah meninggal. Brelwiyah memiliki jutaan pengikut di India, Pakistan, Bangladesh, Burma, Srilangka dan Inggris. (Sumber: Al-Mausu’ah Al-Muyassarah fil Adyan wal Madzahib wal Ahzab Al-Mu’ashirah, I/298-303 karya WAMY)

[9] Dalam majalah Ash-Shumud yang diterbitkan secara resmi oleh Imarah Islam Afghanistan alias Mujahidin Thaliban, edisi 28 April 2013, seorang pakar politik dan militer Thaliban Ustadz Abdur Ra’uf Hikmat menegaskan:

 

“Jika yang dimaksud perdamaian itu adalah menerima dan menyerah kepada penjajah Amerika, serta meninggalkan jihad, maka mujahidin telah mengumumkan penolakan mereka berulang kali terhadap perdamaian yang semacam ini. Bukankah jihad yang mereka lakukan selama 11 tahun ini bukan lain untuk mengusir penjajah dan menghentikan penjajahan dalam segala aspeknya?

Adapun kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Thaliban itu tidak menghendaki perdamaian, maka hal ini tidak dapat diterima oleh akal maupun logika manapun. Karena pada dasarnya manusia itu membenci perang dan mencintai perdamaian. Oleh karena itu perdamaian yang dikehendaki oleh Thaliban adalah perdamaian yang menjamin kemerdekaan dan penegakan hukum Islam di bumi, serta menjamin kemuliaan dan kewibawaan.

Apabila kita mencermati kondisi Afghanistan, maka kita akan melihat bahwa Amerikalah yang telah menciptakan peperangan dan ketakutan di Afghanistan. Oleh karena itu keamanan dan perdamaian itu tidak akan pernah terwujud di negeri ini kecuali setelah semua pasukan asing keluar dari sana.”

[10] Kitab Nazharat fil Ijma’ Al-Qath’i telah diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia dengan judul “Ramai-ramai Mengkafirkan Para Pembela Thaghut: Haruskah Mengkafirkan Setiap Individunya?” oleh penerbit Manjaniq, Solo.  

 

[11] Ladin, dikenal juga sebagai Bakr, adalah annak kesembilan Syaikh Usamah dan putra ketujuh Najwa (istri pertama Syaikh Usamah). Ladin dilahirkan tahun 1993 di Jeddah ketika Najwa meninggalkan Khartum, Sudan untuk terbang ke Arab Saudi khusus untuk persalinannya. Ladin baru berumur 7 tahun ketika Najwa meninggalkan Afghanistan pada tanggal 9 September 2001. Usamah tidak mengijinkan Najwa membawa putra terkecilnya bersamanya. Najwa tidak tahu nasib putranya ini, walaupun dia selamat dari serangan bom bulan Oktober 2001, diduga dia akan tinggal di Pakistan dengan ayahnya. Jika masih hidup pada tahun 2009, Ladin akan berusia 19 tahun. (Sumber: Jean Sasson, Growing Up Bin Laden, Jakarta: Literati, April 2010, hal 509)

 

[12] Ummu Hamzah adalah Khairiyah Shabar, istri ketiga Syaikh Usamah bin Ladin. Ia menikah dengan Syaikh Usamah pada tahun 1985. Pasca serangan 9/11, ia ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Syiah Iran. Pemerintah Syiah Iran baru membebaskannya pada 2010 saat ia berumur 62 tahun. Ia lalu diarahkan ke tempat kediaman Syaikh Usamah bin Ladin di Abottabat tanpa disertai anak-anaknya. Sebelum Khairiyah bergabung, Syaikh Usamah tinggal bersama dua orang istri beliau yaitu Siham Shabar (istri keempat, 54 tahun) bersama tiga orang anaknya, dan Amal (istri keenam, 31 tahun) bersama lima orang anaknya. (Sumber: Growing Up Bin Laden hal. 507)

 

[13] Utsman adalah putra kelima Syaikh Usamah bin Ladin dari Najwa, istri pertama beliau. Utsman dilahirkan pada tahun 1983 di Jeddah, Arab Saudi. Pada tahun 2001 ia menikahi anak gadis Muhammad Syawki Al-Islambuli, seorang anggota senior Jama’ah Islamiyah Mesir pimpinan Syaikh Umar Abdur Rahman. Pada tahun 1997, mertua Utsman ini, bersama dengan 107 tersangka lainnya telah dituntut oleh rezim sekuler Mesir atas tuduhan konspirasi pembunuhan terhadap presiden Husni Mubarak. Mertua Utsman ini merupakan saudara Khalid Al-Islambuli, eksekutor dalam pembunuhan Presiden Anwar Sadat pada 6 Oktober 1981, yang karena itu ia dihukum mati pada April 1982 M. (Sumber: Growing Up Bin Laden, hal. 508)

 

[14] Muhammad adalah putra keenam Syaikh Usamah bin Ladin dari Najwa, istri pertama beliau. Ia dilahirkan pada tahun 1985 di Jeddah. Pada tahun 2000 ia menikah dengan putri Syaikh Abu Hafs Al-Mishri yang merupakan tokoh senior Al-Qaeda juga. Mertuanya gugur dalam serangan pesawat tempur AS di awal invasi ke Afghanistan pada Oktober atau November tahun 2001. (Sumber: Growing Up Bin Laden, hal. 509)

 

[15] Fathimah adalah anak ketujuh Syaikh Usamah bin Ladin dari Najwa, istri pertama beliau. Ia dilahirkan di Madinah pada tahun 1987. Ia menikah dengan Muhammad, mujahid asal Arab Saudi pada tahun 1999, saat Fathimah berusia 12 tahun. Suaminya syahid pada awal invasi militer Amerika terhadap Afghanistan pada akhir tahun 2001. (Sumber: Growing Up Bin Laden, hal. 509)

 

[16] Hamzah adalah putra pertama Syaikh Usamah bin Ladin dari Khairiyah Shabar, istri ketiga beliau. Ia dilahirkan tahun 1989 di Jeddah. Ia ikut syahid bersama ayahnya di Abbottabat, Pakistan pada 2 Mei 2011. (Sumber: Growing Up Bin Laden, hal. 511)

 

Tinggalkan Balasan

Muqawamah Media adalah fasilitator antara umat dengan para Pemimpin dan Ulama mereka. Muqawamah Media akan berusaha menghubungkan pesan, arahan, dan nasehat-nasehat dari para Ulama dan Pemimpin umat tersebut kepada umatnya.

Email: [email protected]

Newsletter

Bagi kaum muslimin yang hendak menyalurkan donasi, dapat transfer ke rekening berikut :