Risalah Penting Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri kepada Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi

 

Muqawamah.net – Sudah begitu banyak surat ditujukan kepada cabang tanzhim Al-Qaidah iraq satu ini termasuk  ketika mereka manjadi klaim Khilafah palsu ditahun 1 muharram 2014 ini, salah satu nasehat yang paling besar adalah kehati-hatian mereka kepada urusan darah kaum muslimin, bahkan syaikh Athiyatullah selalu mengatakan lebih baik program jihad tidak ada jika harus membunuh kaum muslimin tampa haq, urusan darah adalah urusan sensitif bagi urusan jihad yang mulia ini, syariat yang kita cita-citakan sejatinya ditempuh dengan cara-cara yang mulia dan terhormat inilah salah satu tujuan utama kita berjihad, jauh-jauh hari Al-Qaidah melalui para ulamanya banyak menasehati perjalanan Jihad Iraq yang banyak keluar dari maqasidus Syariah itu sendiri, perjalananya yang hampir menyimpang sering kali diluruskan oleh para ulama yang mengawalinya, akan tetapi semenjak jamaah daulah ini menghabisi anasir Al-Qaidah dari ulama muhajirin, para tokohnya serta mengisinya dengan anasir Ba’atsiyun maka dimulailah prahara ini, surat yang kita tuangkan ini adalah sekian dari nasehat-nasehat kepada tanzhim daulah agar jihad nya sesuai rel syar’i yang berlaku, tidak ada kata lelah menasehati mereka kecuali orang-orang yang merasa dirinya cukup. Muqawamah media sebagai penyambung ulama kepada ummatnya hadir untuk merilis risalah ini, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari risalah ini, selamat membacanya. 

 


 

Risalah syaikh DR. Aiman Az-Zawahiri – semoga Allah menjaganya –

Kepada Syaikh Abu Mush'ab Az Zarqawi rahimahullah

Pada musim panas tahun 2005 M

 

Penerjemah: Ibnu Qalami Al Muhajiri dan Team Muqawamah

 

Nukhbatul Fikri

Dzul Qa'dah 1435 H – September 2004 M.

 

Bismillah, segala puji bagi Allah shalawat serta salam atas Rasulullah, keluarga, sahabat dan seluruh orang yang berwali kepadanya.

Saudaraku yang mulia, Abu Mush'ab Az-Zarqawi semoga Allah melindungi dan memeliharanya, membela agama, kitab dan sunnahnya saw, dan aku memohon kepada Allah ta'ala agar memberi karunia kepadanya dan kepada kami dan kaum muslimin akan pertolongan Yang Mahakuat, dan kemenangan-Nya yang nyata serta jalan keluar yang dekat, sebagaimana saya memohon kepada Allah ta'ala agar mengumpulkan kita semua di atas keridha-an dan kecintaan dari kemuliaan dunia dan kemenangan di akhirat.

Wa ba'du:

  1. Saudaraku yang tercinta, Allah Maha Mengetahui betapa besar kerinduanku untuk bertemu dengan kalian, sebagaimana aku rindu untuk bergabung dengan kalian dalam peperangan kalian yang bersejarah melawan tokoh penjahat dan murtaddin di jantung dunia Islam, medan pertempuran dan peperangan besar dalam sejarah Islam, dan aku mengira jika aku mendapati jalan menuju kalian maka aku tidak akan berlambat-lambat seharipun atas izin Allah.
  2. Saudaraku tercinta, kami mengikuti berita-berita kalian meski sangat sulit dan berat, serta telah sampai pada kami surat kalian yang terakhir dan tersebar yang  ditujukan kepada syaikh Usamah bin Ladin – semoga Allah menjaganya-, sebagaimana dalam suratku yang terakhir – yang disebarkan oleh (stasiun berita) Al-Jazeera pada hari Sabtu 11 Jumadil Ula 1426 H / 18 Juni 2005 M – aku sangat ingin menyebut kalian dan mengirimkan ucapan selamat bagi kalian dan menampakkan dukungan dan terima kasih atas apa yang kalian kerjakan dari perbuatan-perbuatan yang penuh kepahlawanan dalam mempertahankan Islam dan kaum muslimin, akan tetapi aku belum melihat apa yang telah diedarkan oleh Al-Jazeera, apakah menampilkan bagian ini atau tidak? Dan aku ingin berusaha mengiringi kalimat selengkapnya disertai risalah ini jika memudahkan bagiku. Sebagaimana aku menampakkan dukunganku atas kesegeraan kalian yang mulia dalam mempersatukan bersama ikhwan-ikhwan kalian dalam kalimat sebelumnya yang sudah aku kirimkan kepada para ikhwan dalam beberapa bulan, akan tetapi keadaan tempat para ikhwah tidak bisa menyebarkannya.
  3. Aku ingin meyakinkan kalian atas kondisi kami, permulaan musim dimulai dengan sangat panas dengan aksi-aksi yang semakin meningkat di dalam Afghanistan, meskipun musuh juga mengarahkan serangan kepada kami dengan menangkap Abul Faraj – semoga Allah membebaskannya – akan tetapi karena (pengorbanan) beliau, tidak ada seorangpun ikhwan Arab yang ditangkap, dan para ikhwah pun telah berusaha – dan telah mencurahkan sebesar-besar kemampuan mereka hingga sampai batas kekuatan mereka-demi mencegah tertangkapnya  Abul Faraj semampu mereka. Namun bahaya yang sebenarnya adalah datang dari pasukan Pakistan yang menjadi antek, yang melakukan operasi-operasi militer di wilayah-wilayah kabilah-kabilah untuk mencari para mujahidin.
  4. Aku ingin kita bisa saling berkomunikasi via surat dengan kalian untuk mengetahui secara rinci seputar apa yang berjalan di Iraq yang mulia, khususnya kareba kami tidak tahu kondisi sebenarnya secara lengkap yang tampak padanya. Oleh karena itu, aku sangat ingin engkau jelaskan kepada kami tentang keadaan kalian secara detail dan khususnya dari sisi politik, dan aku sangat ingin engkau berlapang dada atas pertanyaan-pertanyaan dan permintaan penjelasan yang menjadi pikiran kami.
  5. Aku sangat ingin pertama kalinya untuk mengucapkan selamat kepada kalian atas apa yang Allah berikan kepada kalian berupa peperangan di jantung dunia Islam yang sebelumnya merupakan medan peperangan besar dalam sejarah islam, dan yang sedang terjadi saat ini adalah perang Islam terbesar pada masa sekarang ini, dan yang akan terjadi di sana sebagaimana dalam hadits dari sayyidina Rasulullah saw yakni,  "Sebuah peperangan besar antara Islam dan kufur.", dan keyakinanku selamanya bahwa kemenangan Islam pada masa sekarang ini tidak akan terwujud kecuali dengan menegakkan daulah Islam di atas manhaj nubuwah di jantung dunia Islam, dan secara pastinya di wilayah Syam, Mesir dan tetangganya dari jazirah Arab dan Irak, akan tetapi markas (pusatnya) di Syam dan Mesir, dan ini pendapatku yang aku tidak menganggapnya sebuah kepastian (tanpa kesalahan), akan tetapi menurutku hal itu dari mengkaji kejadian-kejadian sejarah dan dari tipikal musuh Islam itu sendiri, karena mereka tidaklah menegakkan negara Israel di segitiga perbatasan antara Mesir dan Syam dan sepanjang Hijaz kecuali demi kepentingan diri mereka sendiri. Sedangkan peperangan yang berjalan di berbagai ujung dunia Islam seperti Chechnya, Afghanistan, Kashmir dan Bosnia itu tidak lain adalah pondasi dan pendahuluan untuk perang besar yang akan dimulai di jantung dunia Islam, kami memohon kepada Allah agar menurunkan kemenangan atas kita yang telah Allah janjikan kepada hamba-Nya yang Mukmin. Yang aneh adalah bahwa kaum Nasionalis Arab yang bersikap menjauhi manhaj Islam, mereka juga memikirkan kepentingan yang berbahaya dalam situasi seperti ini, sebagian mereka menyerupai burung yang kedua sayapnya adalah Mesir dan Syam dan jantungnya adalah Palestina, dan memikirkan untuk sampai pada tujuan dengan menanam Israel di wilayah ini dengan kesesatan-kesesatan mereka, bahkan mereka mengakui sikap sekuler mereka atas nama agama dalam peperangan ini.

Maksudnya adalah bahwa Allah telah memberi karunia kepada kalian dan ikhwan-ikhwa  kalian dengan sebuah nikmat yang selama ini dirindukan oleh kebanyakan kaum Muslimin Mujahidin yaitu jihad di jantung dunia Islam, dan memberi karunia kepada kalian sebagai tambahan akan hal itu yaitu dengan kemenangan dan ketinggan atas orang-orang kafir musyrik dan murtad pengkhianat serta orang-orang sesat dan mariqah (khawarij).

Inilah yang Allah beri keistimewaan kepada kalian dan ikhwan-ikhwan kalian atas apa yang kami telah mendahului para Mujahidin yang berperang di jantung dunia Islam, di Mesir dan Syam itu sendiri, akan tetapi kemenangan dan ketinggian ini tidak ditakdirkan bagi musuh Islam.

Sebagaimana juga kalian diberi kenikmatan sebagai tambahan dari perintis jihad dengan kemenangan, juga dengan akidah tauhid dan menafikan kesyirikan dan berlepas diri dari akidah-akidah sekuler, khurafat dan pembuat undang-undang positif, dan dakwah kepada manhaj nubuwah yang jernih dan dalil-dalil yang putih bersih dimana nabi saw meninggalkan bagi para sahabatnya saw, ini adalah nikmat setelah nikmat dan setelah nikmat yang mengharuskan kalian dan pada ikhwan yang mulia untuk selalu bersyukur dan kontinyu dalam memuji Allah, Allah ta'ala berfirman:

"Dan jika kalian bersyukur maka Allah akan meridhainya untuk kalian."  (Al-Ayat),

dan firman Allah ta'ala:

"Dan jika kalian bersyukur sungguh aku akan menambahkan bagi kalian."  (Al-Ayat).

  1. Oleh karena itu kami dan para mujahidin dan setiap orang yang ikhlas sangat ingin sekali atas jihad kalian dan kepahlawanan kalian hingga sampai kepada tujuan kita yang terarah.

Dan sudah tampak jelas atas ilmu kalian bahwa kejernihan akidah dan kelurusan manhaj tidak akan bersanding dengan kepentingan secara sukses di medan perang jika tidak menjaga sebab-sebab dan sunnah-sunnah yang mana peristiwa-peristiwa itu berjalan di atasnya. Inilah Imam As-Sabt Al-Husain bin Ali – ra – dan Amirul mukminin Abdullah bin Zubair – ra – dan Abdurrahman bin Al Ats'ats -rhm – dan selain mereka yang menginginkan perubahan tidak sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Jika tujuan yang telah kita tetapkan pada masa kini adalah penegakan Khilafah 'ala Minhajin Nubuwah, dan jika kita mampu mewujudkan dengan berdirinya daulah dengan kemenangan– menurut yang tampak pada kami–di jantung dunia Islam, maka jihad dan pengorbanan kalian – atas taufik Allah – adalah sebuah langkah yang besar dalam mengarah secara langsung kepada tujuan itu.

Oleh karena itu kami cenderung memikirkan langkah-langkah kita ke depan dan apa yang ingin kita capai, menurut pandanganku yang pendek ini bahwa jihad di Irak sekarang dituntut mewujudkan beberapa tujuan secara bertahap:

Tahapan pertama: Mengeluarkan Amerika dari Irak.

Tahapan kedua: Mendirikan kekuasaan atau imarah islam – kemudian mengembangkannya dan mendukungnya hingga sampai pada tingkatan khilafah – dengan bagian yang paling besar yang mampu membentangkan kekuasaannya di Irak.

Intinya berada di wilayah-wilayah ahlus sunnah Arab hingga memenuhi kekosongan akibat keluarnya Amerika segera setelah keluarnya sebelum kekosongan ini berusaha diisi oleh kekuatan selain Islam baik orang yang ditempatkan oleh Amerika sepeninggalan mereka atau orang yang berusaha melompati kekuasaan dari kekuatan selain Islam.

Tidak diragukan lagi bahwa Imarah ini akan memasuki pertempuran yang keras melawan kekuatan asing kafir dan orang-orang yang membela mereka dari pasukan setempat untuk menjadikannya dalam keadaan sibuk mempertahankan diri mereka sendiri, dan untuk berusaha membuat batas antara dirinya dengan penegakkan daulah yang berdiri sendiri yang mengumumkan khilafah, dan agar tetap selalu berada dalam tahapan perang gerilya jihad hingga kekuatan ini mendapatkan kesempatan untuk menumpasnya.

Tahapan ketiga: Meluaskan arah jihad kepada negara-negara sekuler yang bertetangga dengan Irak.

Tahapan keempat: Seiring dengan sebelumnya, benturan dengan Israel, karena Israel tidak dibuat kecuali untuk melawan keberadaan Islam manapun yang baru lahir.

Dan pandangan yang aku sampaikan ini – dan aku tidak menjamin tidak ada kesalahannya – adalah untuk menegaskan sebuah perkara yang menjadi tujuan penting, yaitu bahwa mujahidin tidak ingin kepentingannya selesai hanya untuk mengeluarkan Amerika dari Irak, kemudian melemparkan senjata dan hilanglah semangat, dan kita kembali kepada kekuasaan sekuler yang mengkhianati kita, akan tetapi kepentingannya (tugasnya) terus berlanjut untuk menegakkan Daulah Islam dan mempertahankannya, setiap generasi menyerahkan bendera itu kepada orang setelahnya hingga tegak hari kiamat.

Meskipun perkaranya seperti itu namun kita harus memikirkannya secara detail dan teliti hingga ghanimah kita tidak dicuri, dan meninggalkan ikhwan-ikhwan kita sehingga buahnya dipetik oleh kaum yang lainnya.

  1. Jika kita melihat kepada dua target yang paling dekat yaitu: Mengeluarkan Amerika dan mendirikan  Imarah Islam di Irak atau khilafah jika mungkin, maka kita akan melihat senjata paling kuat yang dipakai oleh mujahidin – setelah taufik dari Allah dan pertolongan-Nya kepada mereka – adalah dukungan rakyat dari mayoritas kaum muslimin di Irak dan negara-negara islam yang menjadi tetangganya.

Oleh karena itu kita harus memelihara dukungan ini semampu kita, dan kita harus terus menjaga agar semakin bertambah dengan syarat keinginan untuk mendapatkan dukungan tidak menyebabkan menghilangkan hukum-hukum syariat.

Dan yang sangat penting sekali agar engkau mengizinkan aku di sini untuk menulis risalah seputar masalah dukungan rakyat, saya katakan:

  1. Jika kita sepakat bahwa kemenangan Islam dan menegakkan Daulah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah tidak akan sempurna kecuali dengan jihad melawan pemerintahan murtad dan melengserkan mereka, sesungguhnya tujuan ini tidak akan sempurna bagi gerakan jihad sedangkan gerakan itu dijauhkan dari dukungan rakyat, hingga meskipun gerakan jihad itu menempuh jalan kudeta secara sporadis maka kudeta itu tidak akan sempurna kecuali dengan minimal adanya dukungan rakyat dan keadaan kebencian masyarakat awam terhadap pemerintah maka gerakan jihad mampu memenuhi kecakapan yang dibutuhkan dengan sesegera mungkin, adapun jika gerakan jihad terpaksa menempuh jalan lain seperti perang jihad rakyat atau perlawanan rakyat maka dukungan rakyat ketika itu ada unsur-unsur yang membedakan antara kemenangan dan kekalahan.
  2. Ketiadaan dukungan rakyat ini akan jelas menenggelamkan Gerakan Islam Mujahidah dalam kegelapan yang jauh dari mayoritas permainan atau tersembunyi, dan perseteruan hanya terbatas antara kelompok jihad pilihan dengan penguasa yang sombong dalam pengapnya penjara yang jauh dari tampilnya gerakan jihad ke permukaan dan cahaya. Dan ini sebenarnya apa yang diusahakan oleh pasukan sekuler murtad yang menguasai negeri-negeri kita, kekuatan ini tidak ingin benar-benar menumpas habis Gerakan Islam Mujahidah, akan tetapi ia berusaha secara pelan-pelan menjauhkan gerakan ini dari mayoritas kaum Muslimin yang disesatkan atau takut, oleh karena itu langkah kita harus berusaha untuk mengikut sertakan peran mayoritas umat islam dalam peperangan dan memimpin gerakan jihad bagi mayoritas kaum muslimin, dan bukan menceburkan peperangan yang jauh dari mereka.
  3. Dan mayoritas umat Islam–disebabkan banyak hal dan bukan di sini menjelaskannya– tidak akan bangkit melawan kecuali setelah adanya agresi tentara asing, dan khususnya jika musuh itu Yahudi pada tingkatan pertama, kemudian Amerika pada tingkatan kedua, ini menurut pendapatku yang pendek adalah sebab untuk mendapatkan dukungan rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh Mujahidin di Irak atas karunia Allah, adapun unsur kelompok dan ta'ashub (fanatisme) adalah yang selanjutnya dalam fungsinya untuk musuh asing, dan jauh lebih lemah darinya, dan menurut pendapatku – yang pendek yang mana aku dalam kondisi jauh dari medan sebenarnya – bahwa kebangkitan ahlus sunnah di Irak melawan Syi'ah tidaklah menjadi kekuatan dan keteguhan seperti ini jika bukan karena pengkhianatan Syi'ah dan ketundukan mereka bersama Amerika dan kesepakatan mereka bersama Amerika untuk mengizinkan Amerika guna menjajah Irak dan sebaliknya Amerika menyerahkan pemerintahan kepada Syi'ah.
  4. Oleh karena itu bagi gerakan jihad hendaknya menjauhi perbuatan apapun yang tidak dipahami atau diterima oleh mayoritas masyarakat, selama dalam sikap menjauhi ini tidak menyelisihi syareat, dan selama di sana ada pengganti yang lain maka memungkinkan kita untuk menggunakannya, dalam arti kita tidak harus melemparkan mayoritas umat Islam – yang sedikit ilmunya – ke dalam lautan sebelum kita mengajarkan ilmu renang, mengambil petunjuk dari sabda nabi saw kepada Umar bin Khattab : (Biarkan ia, agar orang-orang tidak.berkata bahwa Muhammad membunuh sahabatnya).

Dan diantara penerapan amaliyat bagi pandangan ini di medan yang berbarakah adalah:

  1. Persoalan persiapan ketika Amerika hengkang: karena sebentar lagi Amerika akan hengkang – atas izin Allah – dan menegakkan kekuasaan – segera setelah negeri bebas dari Amerika – tidak bersandar kepada kekuatan semata, akan tetapi juga membutuhkan pada sisi kekuatan akan kerelaan kaum Muslimin dan peran serta mereka dalam pemerintahan, dalam musyawarah dan dalam amar ma'ruf nahj munkar. Dan menurut pandanganku – yang masih saja aku ulang mungkin ada kekurangan dan pandanganku akan kejadian setelahnya – bahwa itu harus diwujudkan melalui lembaga yang terdiri dari ahli syura, ahlul halli wal aqdi yang memenuhi syarat keahlian secara syar'i, dan dipilih oleh penduduk negeri sebagai perwakilan mereka dan mengikuti pekerjaan-pekerjaan para penanggung jawab di atas petunjuk hukum-hukum syariat yang mulia.

Dan jangan ada pandangan bahwa Mujahidin apalagi Jama'ah Qaidatul Jihad (Al-Qaeda) di negeri Rafidhain (Irak) akan melawan pemerintahan tanpa disertai oleh penduduk Irak, apalagi menyelisihi manhaj syura itu, sesungguhnya hal itu dalam pandanganku tidak akan mungkin bisa direalisasikan.

Mungkin saja engkau bertanya dengan pertanyaan yang sangat penting: "Apa yang mendorongku untuk membuka masalah ini sedangkan kami dalam sengitnya pertempuran dan kerasnya pembunuhan dan peperangan?"

Maka jawabku:

Pertama: Bahwa peristiwa-peristiwa semakin berkembang dengan lebih cepat dari yang kita bayangkan, dan bagi yang mengikuti kehancuran pasukan Amerika di Vietnam – dan bagaimana mereka lari dan meninggalkan antek mereka – maka akan melihat penuh kejutan, oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang sebelum kita dihancurkan oleh peristiwa-peristiwa itu, dan sebelum kita dikompromikan oleh konspirasi Amerika dan dewan PBB dan langkah-langkah mereka untuk mengisi kekosongan setelah mereka, maka kita harus mengambil sikap segera di tangan kita, dan memaksakan perkara kondisi di lapangan atas musuh sebagai ganti dari pemaksaan atas kita oleh musuh dalam perkara kondisi di lapangan, sehingga kondisi kita hanyalah melakukan perlawanan terhadap program-program mereka saja.

Kedua: Ini lebih penting, bahwa kekuasaan atau imarah syar'i yang dituntut ini menuntut adanya pekerjaan di lapangan dari sejak sekarang secara setahap demi setahap bersamaan dengan perang dan pertempuran, aksi politik dimana mujahidin akan menjadi porosnya yang mana para kabilah, tetua, tokoh, ulama, saudagar, pemikir dan setiap orang yang mulia berkumpul disekitarnya yang mana mereka tidak dikotori oleh sikap kompromi kepada penjajah dan yang membela islam.

Kami tidak ingin mengulangi kesalahan Thaliban yang membatasi diri berperan serta dalam pemerintahan hanya para thalabah (santri) dan khususnya penduduk Qandahar saja, sedangkan mereka tidak memiliki perwakilan dari rakyat Afghan dalam susunan pemerintahan mereka, maka hasilnya bahwa rakyat Afghan memisahkan diri dari mereka, hingga orang-orang shalih dari mereka mengambil sikap untuk keluar, dan ketika datang peperangan maka runtuhlah Thaliban dalam beberapa hari, karena manusia saat itu keadaannya antara negatif atau kembali seperti awal, hingga para santri pun mereka sendiri loyalitas kepada kaumnya dan wilayahnya lebih kuat daripada loyalitas mereka kepada Imarah Islamiyah atau kepada gerakan Thaliban atau kepada tanggung jawab yang diwakilkan kepada masing-masing mereka di posisinya, sehingga masing-masing mereka mundur ke desa atau kabilahnya dimana itu loyalitasnya yang paling kuat.

Dan perbandingan antara jatuhnya Kabul dan perlawanan Fallujah dan Ramadi serta Al-Qaim dan lain-lainnya maka akan terlihat perbedaan yang besar atas karunia dan anugerah Allah, yaitu perkara yang wajib untuk sangat kita perhatikan, kita dukung dan kita kuatkan.

Oleh karena itu, saya ulangi dan tekankan lagi kepadamu dan kepada seluruh ikhwan-ikhwanmu akan pentingnya menjalankan amal politik ini beriringan dengan amal militer, dengan saling bersatu, tolong menolong dan meminta pendapat kepada orang-orang yang memiliki ide dan pengaruh di medan Irak, dan aku tidak bisa menentukan bagi dirimu cara-cara dalam beramal tertentu, karena engkau lebih tahu dengan keadaan medannya, akan tetapi engkau dan para ikhwanmu hendaklah benar-benar disekitar kalian ada halaqah (lingkaran) pendukung dan pembantu serta tolong-menolong, yang kalian bisa meningkat dengannya hingga sampai kepada kumpulan atau organisasi atau lembaga yang mewakili setiap orang-orang yang mulia dan mukhlis di Irak, dan saya ulangi peringatan dari memisahkan diri dari mayoritas umat Islam dengan segala peringatan.

  1. Sangat menginginkan persatuan mujahidin: ini adalah amanat yang aku bebankan kepadamu antara dirimu dengan Allah, jika para mujahidin saling berpecah belah maka ini akan menyebabkan terpecahnya manusia disekitar mereka, dan aku tidak memiliki info secara rinci tentang keadaan mujahidin, oleh karena itu aku berharap engkau memberikan kepada kami dengan sesuatu yang detail dan bermanfaat di sisi ini, dan sejauh mana persiapan kelompok-kelompok berbagai macam mujahidin untuk bergabung dalam satu perjalanan.
  2. Rakus kepada ulama: dari sisi tidak menampakkan perselisihan akidah yang tidak dipahami oleh mayoritas umat Islam, ini Maturidi, ini Asy'ary  dan ini salafi, dan dari sisi berlaku adil kepada manusia karena di dunia ini kadang ada suatu bid'ah atau kekurangan di satu sisi akan tetapi terkadang dia bisa memberikan sesuatu dalam jihad, perang dan mengerahkan segala hal di jalan Allah, dan kami telah melihat contoh yang sangat bagus dalam jihad Afghan, dan Amirul mukminin Mulla Muhammad Umar – semoga Allah menjaganya – sendiri bermadzhab Hanafi yang mengikuti akidah Maturidi, akan tetapi beliau memiliki sikap dalam sejarah Islam yang sedikit sekali orang mau bersikap sepertinya, dan engkau sudah sangat tahu sikap para ulama yang jujur dari menyikapi pemerintahan di masa-masa jihad dan mempertahankan kehormatan kaum muslimin, bahkan sikap mereka dalam berlaku adil kepada manusia dan tidak mengingkari keutamaan mereka.

Sebagaimana para ulama bagi orang awam mereka adalah tokoh islam dan syiarnya, oleh karena iti mencela mereka terkadang menyebabkan sikap masyarakat awam meremehkan agama dan pelakunya, dan ini bahaya yang lebih besar daripada maslahat mengkritik seorang Alim tentang suatu bid'ah atau masalah.

Tentu perkataanku ini tidak ada kaitannya dengan pengkhianat munafik yang bersekutu dengan salibis, akan tetapi aku ingin sekali menegaskan akan peringatan dari mencela para ulama di hadapan masyarakat awam.

Sebagaimana para ulama yang beramal dan berjihad – meskipun di pada dirimu mereka ada satu kebid'ahan atau kesalahan yang tidak menyebabkan kekafiran – maka wajib kita untuk mencari cara dalam rangka memanfaatkan dan mengambil faedah dari kemampuan mereka, sedangkan engkau lebih tahu – daripada aku mengingatkan engkau – bahwa banyak dari para ulama islam yang menjadi tokoh dunia seperi Al Izz bin Abdus Salam, An Nawawi dan Ibnu Hajar rh, mereka adalah penganut Asy'ariyah, dan banyak dari tokoh-tokoh jihad yangmana umat bersepakat memuji mereka seperti Nuruddin Zanki dan Sholahuddin Al Ayyubi, mereka adalah penganuf Asy'ariyah, dan para sultan mujahidin setelah mereka – dari orang-orang yang belum sampai pada derajat mereka – yang mana para ulama sejarah memuji mereka seperfi Saifuddin Quthuz, Ruknuddin Bebres, Nashir Muhammad bin Qalawun dan Muhammad Fatih, mereka semua adalah penganut Asy'ariyah dan Maturidiyah, dan terjerumus dalam kesalahan dan bid'ah, namun sikap syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari Nashir Muhammad bin Qalawun dan pujian beliau kepadanga dan memotivasinya untuk berjihad – padahal syaikh rh pada masanya (Nashir Muhammad bin Qalawun) mendapatkan peradilan dan dipenjara – sangat masyhur dan sudah diketahui.

Jika engkau mengambil pelajaran maka kebanyakan para ulama umat Islam adalah penganut Asy'ariyah atau Maturidiyah, dan jika engkau mengambil pelajaran juga bahwa permasalahan meluruskan  kesalahan dalam akidah adalah permasalahan yang panjang dan membutuhkan berbagai generasi dari kalangan dakwah dan pembaharu metode pengajaran, dan bahwa para mujahidin tidak mungkin mampu melakukan beban berat ini, akan tetapi mereka sangat membutuhkan kepada orang yang membantu mereka atas kesulitan dan problem yang mereka temui, seandainya engkau mengambil pelajaran semua ini, dan apa yang telah aku tambahkan bahwa setiap kaum muslimin menjadi orang yang ditujukan pembicaraannya dalam jihad baik dia salafi maupun bukan salafi, sungguh aku tahu bahwa gerakan jihad harus memerlukan kemampuan umat dan memimpin dengan hikmahnya dan kedewasaannya peran sebagai pemimpin dan pemelihara dan bekerja tanpa pamrih dengan segala kemampuan umat di atas jalan yang menyampaika  pada tujuannya yaitu daulah Khilafah ala minhajin nubuwwah atas izin Allah.

Dan aku tidak tahu secara detail persoalan pada kalian akan tetapi aku tidak ingin mengulangi kesalahan Jamilurrahman – rhm – yang terbunuh dan hancur organisasinya karena dia melupakan hakekat kondisi lapangan di dunia ini.

  1. Sikap terhadap Syi'ah: Persoalan ini sangat sangat rumit, dan perlu ada penjelasan secara detail dan saya sebutkan di sini karena dalam kondisi tidak berbicara dengan masyarakat awam dengan apa yang tidak mereka ketahui, akan tetapi aku berharap engkau mengizinkanku untuk menjelaska  secara rinci:
  1. Saya ulangi bahwa aku melihat gambaran selanjutnya, dan aku ulangi bahwa engkau melihat apa yang tidak kami lihat, dan sudah jelas bahwa engkau berhak dalam mempertahankan diri kalian dan para mujahidin dan kaum muslimin secara umum maupun khususnya melawan musuh apapun atau ancaman permusuhan apapun.
  2. Dan saya tegaskan di sini bahwa siapapun yang berakal tahu dengan mudah  bahwa Syi'ah saling tolong menolong dengan Amerika dalam memerangi Afghanistan, dan itu yang diakui oleh Rafsanjani sendiri, dan mereka juga saling tolong menolong bersama Amerika dalam menjatuhkan Saddam Husein dan menjajah Irak dan sebaliknya Amerika menyerahkan pemerintahan kepada Syi'ah dan menutup mata dari keberadaan militer Amerika di Irak, dan ini sangat jelas sekali bagi orang yang memiliki mata.
  3. Dan ahlul bashirah (orang yang memiliki mata hati) dan ilmu dari kaum muslimin tahu sejauh mana bahaya madzhab Rafidhah Itsna Asy'ariyah atas Islam, dia adalah madzhab yang berdiri di atas ghuluw (ekstrim) dan dusta, kebiasaannya mengkafirkan sahabat – ra – pengemban risalah Islam, hingga mereka mengkosongkan bagi sekelompok orang yang mengaku berbicara atas nama Al-Mahdi yang bersembunyi yang menguasai seluruh perkara dunia dan ma'shum dari dosa atas apa yang dia perbuat, dan sejarah mereka masa lalu dalam bekerjasama dengan musuh Islam sesuai dengan keadaannya hari ini dalam ketaatan mereka dengan salibis.
  4. Dan benturan antara negara apapun yang berdiri diatas minhaj nubuwwah dengan syi'ah adalah perkara yang sudah menjadi kenyataan dan pasti cepat atau lambat, ini adalah hukum sejarah, dan inilah buah yang pasti terjadi dalam madzhab syi'ah rafidhoh dan pendapat mereka tentang ahlus sunnah.

Ini adalah perkara yang jelas dan diketahui oleh orang yang memiliki ilmu tentang sejarah, akidah politik negara.

  1. Akan tetapi di sisi lain kita harus mengakui bahwa apa yang kami sebutkan di atas tidak diketahui oleh awam kaum muslimin, bahkan mereka tidak pernah membayangkannya, oleh karena itu banyak kaum awam kaum muslimin yang mencintai kalian bertanya-tanya kepada kalian tentang sebab serangan kalian kepada Syi'ah, dan pertanyaan ini semakin bertambah keras jika serangan itu kepada salah satu dari masjid mereka, dan akan semakin bertambah jika serangan terhadap makam imam mereka Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu, dan menurut pandanganku meskipun kamu berusaha sekuat mungkin untuk menjelaskan perkara ini maka masyarakat awam sama sekali tidak akan menerimanya, dan masih tetap akan lari darinya.

Bahkan akan beredar pertanyaan ditengah-tengah mujahidin dan pemikir tentang kebenaran benturan melawan syi'ah pada waktu ini, dan apakah harus seperti itu atau mungkin bisa menundanya hingga sudah kuat tiang-tiang gerakan jihad di Irak? Dan jika sebagian amaliyat sangat penting untuk mempertahankan diri maka apakah amaliyat itu sangat penting? Ataukah sebagian amaliyat tidak mesti mendorong untuk itu? Dan apakah membuka front lain sekarang ini ditambah lagi front melawan Amerika dan pemerintah dianggap keputusan yang bijaksana? Dan jangan sampai benturan dengan Syi'ah yang berat ini menghapus peperangan melawan Amerika karena kesibukan mujahidin melawan Syi'ah, sehingga Amerika tetap mengendalikan persoalan setelahnya?

Dan jika serangan kepada sebagian tokoh syi'ah itu penting untuk menghentikan langkah-langkah mereka, lalu mengapa harus menyerang masyarakat awam syi'ah? Apakah ini tidak menyebabkan bersihnya keyakinan mereka yang bathil di pikiran mereka, sedangkan wajib bagi kita untuk mengajak bicara mereka dengan dakwah, penjelasan dan tabligh untuk memberi petunjuk kepada mereka menuju kebenaran? Dan apakah para mujahidin mampu membunuh setiap syi'ah di Irak? Dan apakah ada dalam sejarah sebuah negara yang berusaha untuk itu? Dan mengapa masyarakat awam syi'ah padahal mereka di udzur karena bodoh?

Dan apa kerugian yang akan kita dapatkan jika kita tidak memerangi syi'ah? Apakah para ikhwah sudah lupa bahwa kita memiliki lebih dari 100 tawanan – sebagian besar dari mereka adalah para pimpinan yang menjadi buron di negara mereka – berada di tangan Iran? Dan sampai jika kita menyerang syi'ah karena ada kepentingan atau dharurat lalu mengapa sekarang mengumumkan perkara ini dan menampakkannya yang menjadikan rakyat iran mengambil sikap yang berlawanan? Apakah para ikhwah lupa bahwa masing-masing kita dan rakyat Iran masih sangat membutuhkan untuk menahan diri masing-masing kita dari menyakiti yang lainnya pada waktu ini yang mana Amerika menginginkan kita begitu?

Semua pertanyaan ini dan yang lainnya beredar diantara para ikhwanmu dan mereka selalu mengamati gambarannya dari jauh sebagaimana yang telah aku katakan kepada kalian, dan mengamati dari jauh sangat banyak tidak detail secara umum yang bisa memberi pengaruh dalam membuat keputusan di lapangan.

Namun pengamat dari jauh memiliki kelebihan dalam melihat gambaran secara merata dan mengamati langkah-langkah umum tanpa menceburkan diri pada hal yang rinci dan detail yang kadang perhatiannya melenceng dari arah tujuan, seperti yang dikatakan dalam perumpamaan inggris bahwa orang yang berdiri di antara dedaunan pohon terkadang tidak bisa mellihat pohonnya secara utuh.

Dan diantara unsur kesuksesan yang paling penting adalah janganlah tujuanmu hilang dari kedua matamu, dan harus terus nampak di hadapanmu dan janganlah melenceng dari langkah umum dengan politik yang bersifat reaktif, dan ini adalah pengalaman karena umur, maka aku tidak akan menutupi diri darimu bahwa kami telah sangat bersusah payah dari politik yang bersifat reaktif ini, kemudian kami bersusah payah yang kedua kalinya untuk berusaha kembali kepada langkah dasar pertama.

Dan diantara perkara yang paling bahaya atas kepemimpinan adalah semangat para pendukung dan khususnya para pemuda yang sedang bergejolak dan terbakar untuk membela agama Allah, dan semangat ini wajib untuk dialirkan kebijaksanaan dalam ruhnya. Al Mutannabi berkata:

Dan setiap keberanian pada seseorang sudah mencukupi…

Dan tiada  bandingan keberanian dalam kebijaksanaan…

Dia juga berkata:

Berpikir sebelum keberanian itu adalah keberanian…

Berpikir itu yang pertama adapun keberanian itu yang kedua…

Jika keduanya berkumpul dalam satu jiwa yang merdeka….

Maka ia akan sampai pada tingkatan tinggi di setiap tempat.

Dan penutup dalam membahas perkara syi'ah aku kembali mengulangi bahwa aku melihat perkara itu dari jauh tanpa melihat secara menyeluruh dan detail, akan tetapi aku berharap perkataanku sebagai bahan kajian dan renungan kalian. Dan Allah memberi petunjuk kepada setiap kebaikan.

  1. Tayangan penyembelihan: diantara perkara yang tidak mungkin diterima oleh perasaan masyarakat awam kaum muslimin yang mencintai dan mendukung kalian – juga – adalah tayangan menyebelih sandera, dan janganlah engkau tertipu dengan pujian sebagian pemuda yang bersemangat dan mensifati kalian dengan syaikhudz Dzabbahin (Syaikh Jagal) dan semisalnya, karena mereka tidak mewakili pendapat umum yang kagum dan mendukung  bagi perlawanan di Irak secara umum dan bagi kalian secara khusus atas karunia dan fadhilah Allah.

Terkadang jawaban kalian dan itu benar: Mengapa kita tidak memberikan rasa gentar di hati kaum salibis dan pendukung mereka? Bukankah penghancursn desa dan kota di atas kepala penduduknya lebih keras lagi daripada penyembelihan, bukankah bom cluster dan bom seberat 7 ton dan bom uranium lebih keras dampaknya daripada penyembelihan? Bukankah pembunuhan dengan penyiksaan lebih keras daripada penyembelihan? Bukankah melecehkan kehormatan para lelaki dan wanita lebih keras deritanya dan lebih besar dampaknya daripada penyembelihan?

Semua pertanyaan ini dan kebanyakannya engkau tanyakan dan engkau benar, namun ini tidak merubah kenyataan, yaitu bahwa pendapat orang awam yang mendukung kita tidak bisa memahami hal itu, dan bahwa pendapat masyarakat awam ini adalah fakta di bawah serangan yang membabi buta dan menyesatkan dari media-media dusta dan menipu, dan kami kami sangat kenyang dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan seputar manfaat dari aksi-aksi kami bagi pikiran, hati dan pendapat masyarakat awam yang pada dasarnya memiliki kecenderungan hati kepada kita.

Dan aku tambahkan satu bait syair, kami katakan: Sesungguhnya penulis lembaran-lembaran ini telah merasakan pahitnya kebuasan Amerika, dan bahwa istriku yang mulia telah mengalami pukulan dan tekanan di dadanya oleh atap rumah, dan tetap seperti itu sembari meminta pertolongan untuk mengangkat bongkahan-bongkahan batu dari dadanya hingga habis nafasnya – rh semoga Allah menerimanya sebagai syuhada – sedangkan anakku yang kecil mengalami pendarahan di otak dan sehari penuh mengalami penderitaan hingga menghembuska  nafas terakhirnya, dan sungguh sampai hari ini aku tidak tahu dimana kuburan istri dan putraku dan kedua putriku serta tiga kelurga lainnya yang tersisa yang juga syahid pada kejadian itu, dan juga terkena atap rumah – semoga Allah merahmati mereka dan para syuhada kaum muslimi  -, dan apakah mereka telah mengeluarkan dari reruntuhan itu atau masih terkubur di bawahnya hingga hari ini?

Akan tetapi dengan semua ini saya katakan kepadamu: Sesungguhnya kita dalam sebuah peperangan, dan bahwa lebih dari setengah peperangan ini berjalan di medan media, dan kami dalam peperangan media sedang belomba untuk mendapatkan hati dan akal umat kita ini, dan kami meskipun kemampuan kami sudah sampai taraf yang tinggi namun sekali-kali tidak bisa menyamai satu dari seribu kemampuan yang dimiliki oleh penguasa setan yang memerangi kami, dan kami bisa saja membunuh tawanan kami dengan senapan, dan mewujudkan keinginan tanpa membuka diri kita pintu pertanyaan dan bantahan terhadap syubhat, kami orang yang paling tidak butuh akan hal itu.

  1. Perkara lain yang berkaitan dengan Irak adalah aku berharap engkau menjelaskan kepada kami, karena engkau tanpa diragukan lagi yang lebih tahu dengannya, yaitu apakah penunjukan pimpinan selain dari orang Irak bagi mujahidin atau bagi kelompok dari mujahidin memungkinkan timbulnya perasaan di sebagian ikhwah? Jika di sana ada perasaan apa dampaknya? Dan bagaimana cara menghilangkannya? Disertai tetap menjaga komitmen untuk beramal jihad dan tidak ada mendapat kegoncangan apapun, kami berharap engkau memberi faedah kepada kami secara rinci dalam perkara ini.
  2. Kami juga mengharap engkau memberi info kepada kami secara detail tentang persoalan orang-orang Irak secara umum dan keadaan mujahidin secara khusus, dan perinciannya jangan sampai membuat keamanan mujahidin dan kaum muslimin mendapat bahaya, akan tetapi minimal kami bisa melihat apa yang telah dilihat oleh musuh, dan izinkan kami membebani dengan kesulitan itu karena kami sangat rindu untuk mengetahui kabar kalian.
  3. Aku memiliki keinginan yang kuat untuk bersafar menuju kalian, dan aku tidak tahu kemungkinannya bisa untuk itu dilihat dari sisi perjalanan dan tempat menginap, maka aku berharap engkau memberiku informasi, dan Allah memberi petunjuk kepada setiap kebaikan.
  1. Aku sangat betul-betul aman dalam beberapa pertemuan terutama dengan orang yang mengaku bahwa ia membawa risalah penting atau dana bantuan, karena inilah yang terjadi pada Khalid Syaikh (Muhammad), sebagaimana aku berharap jika engkau ingin menemui salah seorang pembantumu maka janganlah engkau menemuinya di tempat umum, atau tempat yang tidak engkau ketahui, dan hendaklah engkau menemuinya di tempat yang aman, selain tempat yang engkau tinggali, karena Abul Faraj – semoga Allah membebaskannya dan menyelamatkannya dari bencana – tertipu melalui salah seorang ikhwannya yang telah tertangkap untuk menemuinya di tempat umum yang telah dibuat jebakan.
  2. Para ikhwah telah mengkabarkan kepadaku bahwa kalian menyinggung mereka untuk mengirim beberapa bantuan, dan keadaan kami setelah Abul Faraj sangat baik atas karunia Allah, akan tetapi beberapa program terhenti, oleh karena itu kami membutuhkan dana ketika itu untuk membuka langkah baru, jika kalian memungkinkan untuk mengirimkan dana sekitar seratus ribu maka kami akan berterima kasih kepada kalian.
  3. Persoalan para ikhwah Al-Jazair menurut kami dikhawatirkan dari pengalaman masa lalu, jika memungkinkan engkau sambungkan kami dengan mereka dan engkau informasikan dengan detail dari mereka maka kami akan sangat berterima kasih kepadamu.
  4. Adapun berita tentang hamba yang fakir ini:
  1. Pada masa sebelumnya kami telah mengeluarkan beberapa terbitan:
  1. Al Wala' wal Bara' – Akidah Manqulah wa Waqi'un Mafqud.
  2. I'zaz Raayatil Islam – Risalah fi Ta'kidi Talazumil Hakimiyah lit Tauhid.
  3. Riihul Jannah – risalah an: Asyrafi Qurubatil Ubbad, Hamalatul Mauti wal Isytisyhad.

Dan dalam risalah ini aku sangat ingin memanfaatkan apa yang ditulis dalam persoalan sesuai kemampuanku, dan aku juga sangat ingin untuk mewujudkan setiap kata di dalamnya, dan perkara ini membutuhkan waktu sekitar setahun atau lebih.

  1. Al Hasadul Murr – Al Ikhwanul Muslimun fi Sittina Aaman – cetakan kedua (1426 H – 2005 M).

Dalam cetakan ini aku sangat ingin menghapus setiap ungkapan keras yang tidak ada hubungannya dengan dalil, dan aku merujuk kembali tulisan itu beberapa kali, kemudian aku menulis pendahuluan yang baru, aku nampakkan di dalamnya bahaya kelompok Al Ikhwan dan khususnya dalam perkara perang salib baru yang dilancarkan kepada umat islam, dalam persangkaanku cetakan ini lebih utama karena pemaparannya lebih kuat dan jauh dari kontroversi, dan menjelaskan bahaya al Ikhwan dalam melemahkan perlawanan islam terhadap serangan salibis dan para pembantunya, dan kesempurnaan hanya milik Allah semata.

  1. Sebagaimana telah disebarkan – atas karunia Allah – 15 terbitan audio milikku, dan 6 enam lainnya yang belum disebarkan karena satu sebab atau lainnya, kami memohon kepada Allah diterima amal dan keikhlasan.

Dan aku juga akan mengiringi untukmu terbitan-terbitan tertulis dan jika memungkinkan terbitan audio dan video bersama risalah ini – insyaallah -, jika engkau dapati di dalamnya kebaikan maka mungkin engkau bisa menyebarkannya, wallahul musta'an.

  1. Aku tidak tahu jika kalian menghubungi ayahku secara resmi? Meski melalui internet, aku telah memberinya kopian dari kitabku (Fursanu Tahta Rayatin Nabi saw), agar ia berusaha menyebarkannya, dan hanya dariku kitab aslinya dan telah disebarkan Majalah Asy Syarqul Ausath secara tidak utuh dan dipelintir. Dan saya kira intelejen Amerika telah memberikan  ke koran yang disebutkan tadi melalui komputerku yang mereka ambil, karena penyebaran kitab beriringan dengan disebarkannya risalah-risalah dari komputerku di majalan yang sama, jika memungkinkan kalian berhubungan dengan beliau dan mendapatkan asli kitabnya, dan jika dimudahkan bagi kalian maka memungkinkan bagi kalian untuk menyebarkannya di website kalian yang berbarokah, kemudian mengirimkan kopiannya kepada kami jika dimudahkan untuk itu. Wallahul musta'an.
  1. Adapun keadaanku pribadi: maka aku dalam keadaan sehat dan baik, dan dalam nikmat dari Allah dan kesejahteraan atas karunia dan keutamaan Allah, dan tidak ada yang kurang dariku selai  doa kalian yang baik yang aku harapkan agar engkau tidak melupakanku, dan Allah telah memberi rezeki kepadaku dengan seorang anak perempuan yang aku namakan (Nawar), dan nawarah secara bahasa adalah hewan seperti biawak yang lari dan seorang wanita yang lari dari keraguan. Sedangkan secara istilah: Adalah nama bibiku yang bagiku seperti ibu kedua, yang ia juga bersikap bersamaku di setiap kondisi yang sulit dan berat, kami memohon kepada Allah agar memberinya pahala karenaku sebaik-baik balasan, dan merahmatinya dan para ibu kaum muslimin.
  1. Salamku bahi semua ikhwah tercinta, dan aku berharap engkau memberi info dadi kabar kalian yang baik dan khususnya orang yang aku kenal lainnya.

 

Demi Allah wahai angin Fallujah…

Sampaikanlah salamku kepada Abu Mush'ab az Zarqawi….

Dan penutup, aku memohon kepada Allah, agar menolong kalian dengan menjaga dan memelihara kalian serta melindungi kalian, dan memberkahi kalian, keluarga, harta dan anak kalian, dan melindungi kalian dari setiap keburukan dan menjadikan indah pada pandanganmu di dunia dan akherat, dan memberikan kepada kami dan kalian kemenangannya yang telah dijanjikan kepada hambanya kaum mukminin, dan meneguhkan agama kita yang telah Allah ridhoi dan menggantikan setelah ketakutan dengan rasa aman.

 

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saudara kalian tercinta

Abu Muhammad

Sabtu 2 Jumadits Tsaniyah 1426 H – 9 Juli – 2005 M.

 

Tim Muqawamah Media

Tinggalkan Balasan

Muqawamah Media adalah fasilitator antara umat dengan para Pemimpin dan Ulama mereka. Muqawamah Media akan berusaha menghubungkan pesan, arahan, dan nasehat-nasehat dari para Ulama dan Pemimpin umat tersebut kepada umatnya.

Email: [email protected]

Newsletter

Bagi kaum muslimin yang hendak menyalurkan donasi, dapat transfer ke rekening berikut :