PENGKAFIRAN MASSAL UMAT ISLAM OLEH TOKOH ISIS INTERNASIONAL

 

Letusan Tak Terkendali, Pengkafiran Massal Oleh Abu Abu Maysarah Al-Shaami

 

Abu Maysarah dikenal karena ekstremismenya serta artikel-artikel yang memalukan, yang sering mempertegas artikel-artikel sebelumnya yang ditulis dalam Dabiq. Dia menulis sebuah artikel berjudul "Kabari para istri Sahawaat bahwa mereka telah bercerai," membuat Takfir pada anggota Jabhat Nusra dan faksi-faksi Mujahidin lainnya, dan memanggil istri mereka pezina jika mereka tidak menceraikan suami mereka, membenarkan apa yang dikatakan Umm Sumayah dalam tulisannya di majalah Dabiq 10. Ia juga menulis sebuah artikel berjudul "Tanggapan terhadap germo banci" memfitnah Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi dan Syekh Abu Qatadah Al-Filistini menyebut mereka keledai pengetahuan.

 

* * * * * * * * * * * * * * * *

Semua orang sekarang telah mendengar atau membaca artikel terbaru yang diisi dengan Takfir (pengkafiran) berlebihan yang ditulis oleh seorang "ahli hukum" terkenal dan juru bicara dari ISIS Abu Maysarah Al-Shaami. Abu Maysarah Al-Shaami tidak hanya membuat Takfir pada Ikhwanul Muslimin secara umumnya, ia membuat Takfir pada organisasi itu secara keseluruhan dan semua individu dari organisasi ini, yang memiliki lebih dari 100 juta anggota di dunia. Tentu saja hal ini berlaku untuk semua partai Islam lain yang berpartisipasi dalam parlemen demokrasi, dan ini berlaku untuk semua jutaan anggota Ikhwanul Muslimin yang telah meninggal sejak organisasi itu didirikan oleh Hassan Al-Banna (rahimahullah). Tapi dia tidak berhenti di situ, ia meneruskan dan menyerang para pemimpin As-Salafiyah Al-Jihadiyah menyebut mereka "Berhala As-Salafiyah Al-Jihadiyah." Dia mulai dengan membuat Takfir (pengkafiran) pada Syaikh Ayman Zawahiri, seraya memanggilnya dungu, ia kemudian membuat Takfir pada Mullah Akhtar Mansour, seraya menyebutnya Dajjal dan agen dinas rahasia Pakistan, ia kemudian membuat Takfir pada Taliban, sambil menyebut mereka sebuah gerakan nasionalis yang menolak Syariah Allah. Dia meneruskan dan membuat Takfir pada Syekh Abu Mus`ab as Suri (semoga Allah mempercepat pembebasannya). Tapi dia tidak berhenti di situ, masih ada lagi. Ia menyelesaikannya dengan membuat Takfir pada semua umat Islam yang memilih pada partai-partai demokrasi; di Mesir sendiri saja 40 jutaan umat Islam ikut pemilihan umum, belum lagi sisanya puluhan negara Muslim! SubhanAllah, ada yang masih meragukan fakta bahwa ISIS adalah Khawarij setelah membaca semua Takfir massal ini?

Tapi bagaimana dengan umat Islam yang tidak membuat Takfir pada umat Islam yang mencoblos? Apakah mereka murtad juga, karena mereka menahan diri dari membuat Takfir pada seorang “Kafir?” Atau apakah mereka dimaafkan karena ketidaktahuan? Dan jika mereka dimaafkan karena ketidaktahuan, maka mengapa tidak memaafkan para pencoblos sendiri? Sebagian besar umat Islam umumnya tidak memahami realitas demokrasi dan undang-undang. Dia tidak masuk kesitu, meskipun begitu dia memaafkan khilafahnya sendiri, mengklaim bahwa mereka mengetahui realitas dari Syaikh Ayman Zawahiri sebelumnya, khawatir bahwa para ekstrimis yang lebih berani dalam barisan mereka akhirnya akan membuat Takfir pada ISIS sendiri karena mereka tidak membuat Takfir pada Syekh Ayman dan Taliban sebelumnya. Dulu ISIS bahkan memuji mereka, meskipun posisi di mana mereka sekarang membuat Takfir itu sudah lama. Yang bisa menciptakan sebuah paradoks, ketika orang bisa membuat Takfir pada ISIS, karena ISIS menahan diri dari membuat Takfir pada diri mereka sendiri, sementara mereka tahu (yang sebenarnya hanya prasangka buruk karena kebodohan, ed) tentang apa yang disebut “kekufuran” dari Syaikh Ayman Zawahiri dan Taliban. Dan bahkan jika mereka tidak tahu, maka mereka tidak dapat dimaafkan untuk ketidaktahuan mereka. Jadi artikel ini benar-benar memberi para ekstremis dasar untuk membuat Takfir pada ISIS sendiri. Ini adalah kebodohan berantai Takfir konyol yang konsisten.

Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi menanggapi hal ini dan mengatakan: "Anak yang dibesarkan dengan merugikan kerabat dan tetangganya; ketika ia tumbuh besar ia juga akan menentang orang tuanya. Ingat siapa yang Anda bunuh ketika mereka akan membuat Takfir pada Anda karena Anda menahan diri dari mengkafirkan pada orang yang dimaafkan. Abu Maysarah Al-Shaami mengklaim bahwa al Zawahiri membantu setiap kelompok yang murtad melawan Islam dan kaum Muslimin, ia bahkan menyeru untuk kematiannya dan berdoa agar Allah menghancurkannya di tangan saudara-saudara dia di provinsi Khurasan. Ini adalah penyeru ekstremisme: Tinggalkan pemerintahan pengkhianat Afghanistan, tentara NATO, musuh-musuh Islam, dan para penyembah berhala, dan bukannya mengajak para pengikutnya melawan mereka (rezim Afghan & sekutu, ed), ia malah menghasut mereka untuk membunuh orang yang bijak (Syaikh Ayman Zawahiri)."

Dia bertentangan dengan dirinya saat ia memaafkan ISIS untuk ketidaktahuannya tentang realitas Syaikh Ayman Zawahiri dan Taliban (saat dulu ISIS memuji Syaikh dan Taliban, ed), tapi ia tidak memaafkan para pemilih karena ketidaktahuan mereka. Selanjutnya ia membuat Takfir pada Syaikh Abu Musab as Suri karena ia memaafkan Ikhwanul Muslimin dan para pemilih karena ketidaktahuan mereka tentang realitas demokrasi. Dia menyatakan bahwa ISIS harus dimaafkan karena mereka tidak menyadari akan Syaikh Ayman Zawahiri "karena mereka terlalu sibuk melancarkan ‘Jihad.’" Sementara semua poin yang disebutkannya untuk membuktikan apa yang disebut Kufur juga disebutkan beberapa tahun yang lalu oleh Abu Muhammad Al Adnani dalam pidatonya "Ini bukan metodologi kami" dan "Maaf wahai Amir Al-Qaidah," dan dia tidak membuat Takfir pada Syaikh Ayman al Zawahiri pada waktu itu. Jadi dia tahu tentang posisi ini, tapi ia tidak membuat Takfir pada Syaikh karenanya.

Hal ini seharusnya berarti bahwa Abu Muhammad Al-Adnani juga telah jatuh kepada kekufuran sesuai dengan standar mereka sendiri. Al-Adnani bahkan mengatakan bahwa ia akan menerima Bai`at Syaikh Ayman Zawahiri jika ia datang ke Syam, bagaimana bisa Bai`at dari seorang kafir (ISIS telah mengkafirkan Syaikh Ayman, ed) akan diterima? Abu Maysarah Al-Shaami juga menyalahkan Abu Musab as Suri karena menahan diri dari mengkafirkan para pemilih (dalam demokrasi). Sementara Abu Muhammad Al-Adnani menyebut para pengunjuk rasa di Mesir yang memberikan suara pada Mursi sebagai Muslim dan orang-orang dari Ahlu Sunnah dalam pidatonya "Pasifisme agamanya siapa?", Bagaimana ia bisa menyebut mereka sebagai Muslim jika mereka murtad menurut Abu Maysarah Al-Shaami? Dan bagaimana pemimpin sebelumnya, Abu Umar Al-Baghdadi1 (Semoga Allah merahmatinya) yang tidak membuat Takfir pada para pemilih dan menganggap darah mereka suci menurut pernyataannya sendiri?

Telah diketahui bahwa mayoritas umat Islam memilih dalam pemilu yang demokratis di negara-negara Muslim, dan Anda menilai pada orang atau masyarakat sesuai dengan mayoritas. Jadi umat ini dasarnya adalah kufur menurut ISIS, manakala mayoritas Ummah memilih. Dan lagi pula jika ISIS tidak memaafkan orang-orang yang tidak mengkafirkan para pemilih, maka kita tidak meninggalkan seorang Muslim pun di dunia, kecuali sebuah sekte kecil Takfiri. Takfir bukan hanya keputusan tanpa implikasi praktis, dengan pengkafiran pada seseorang, maka darah dan kekayaannya menjadi rampasan perang yang sah dan kaum wanitanya dapat diambil sebagai budak. Jadi inilah yang dijanjikan kekhalifahan ISIS untuk umat, bukan menjanjikan pembebasan umat Islam dari penindasan tirani dan pendudukan para penjajah, ISIS membuat Takfir pada umat Islam dan menjanjikan mereka perang karena kemurtadan. Siapa yang butuh musuh jika kita memiliki ahli hukum Takfiri seperti Abu Maysarah Al-Shaami? Penilaiannya berarti bahwa kita mungkin akan menyaksikan serangan-serangan acak di beragai tempat umum kaum Muslimin. Karena mayoritas kaum Muslimin memilih, sehingga dasarnya mereka adalah kufur dan darah mereka adalah sah (untuk ditumpahkan, ed). Kami melihat indikasi lain dari pendahuluan ini ketika kita mendengar bahwa darah orang-orang yang menolak untuk memberikan Bai`at kepada kekhalifahan mereka adalah halal. Kita sudah menyaksikan ISIS dengan darah dingin mengeksekusi mujahidin Taliban di Afghanistan dan mencap mereka sebagai murtad. Mengapa? Karena mereka tidak memberikan Bai`at mereka untuk ISIS.

Membuat Takfir pada semua pemilih bukan hanya pendapat pribadi sendiri, karena ia mengklaim bahwa ini adalah sikap ISIS pada umumnya. Kepemimpinan ISIS saat ini tampaknya setuju, karena artikel-artikelnya dibagikan pada saluran media resmi ISIS, seperti majalah Dabiq, dan kami masih belum mendengar dari setiap pemimpin ISIS menolak karyanya yang diterbitkan dan penyimpangan-penyimpangannya yang banyak. Sebaliknya artikelnya adalah yang paling dibagikan, diterjemahkan dan diterbitkan. Jadi ini bukan hanya beberapa individu dengan pendapat pribadi, dia mewakili ISIS dan merupakan juru bicara resmi, dan artikel Arab-nya dibaca oleh ribuan pembaca. Bahkan banyak yang menunjukkan bahwa ia adalah juru bicara media resminya Abu Muhammad Al-Adnani. Tapi Allah tahu yang terbaik. Dua tahun yang lalu pendukung ISIS dan bala tentaranya mengatakan bahwa ISIS tidak membuat Takfir pada Syaikh Ayman Zawahiri. Nah, sekarang ISIS secara resmi membuat Takfir di seluruh kepemimpinan Al-Qaidah dan semua cabang serta tentaranya, jadi akankah mereka menolak penyimpangan-penyimpangan dari ISIS?

Seperti yang dikatakan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi dalam tanggapannya terhadap artikel terbaru dari Abu Maysarah Al-Shaami: "Jika ada orang waras dengan otoritas dan pengaruh di ISIS, mereka tidak akan membiarkan orang-orang seperti Abu Maysarah Al-Shaami untuk menerbitkan dan berbicara, karena Takfir dan penyimpangannya seperti Al-Adnani; jika ianya bukan orang yang sama."

Abu Maysarah dikenal karena ekstremismenya serta artikel-artikel yang memalukan, yang sering mempertegas artikel-artikel sebelumnya yang ditulis dalam Dabiq. Dia menulis sebuah artikel berjudul "Kabari para istri Sahawaat bahwa mereka telah bercerai," membuat Takfir pada anggota Jabhat Nusra dan faksi-faksi Mujahidin lainnya, dan memanggil istri mereka pezina jika mereka tidak menceraikan suami mereka, membenarkan apa yang dikatakan Umm Sumayah dalam tulisannya di majalah Dabiq 10. Ia juga menulis sebuah artikel berjudul "Tanggapan terhadap germo banci" memfitnah Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi dan Syekh Abu Qatadah Al-Filistini menyebut mereka keledai pengetahuan.

Dia juga membuat Takfir pada Taliban dan menyebut Mullah Akhtar Mansour sebuah Taghut dan Dajjal dalam artikelnya yang berjudul "Wahai pemuda di Somalia – Domba dungu memberi Bai`at ke Tawaghit Taliban". Tapi ketika para pemuda Mujahid di Somalia mengabaikan omong kosong dan memperbarui Bai`at mereka untuk Syaikh Ayman Zawahiri dan Mullah Akhtar Mansor, ia menulis sebuah artikel yang menyerang dan memfitnah para pemuda Mujahid di Somalia, menyebut mereka menyimpang, dan ia memanggil sel ISIS di Somalia untuk melaksanakan operasi bunuh diri terhadap Al-Shabaab dan para pemimpinnya, dalam artikelnya yang berjudul Dia kemudian menulis sebuah artikel berjudul “Dengan pasti ini adalah pengkhianatan para pemimpin Al-Shabaab.” Dia kemudian menulis dalam artikel yang berjudul "Yahudinya Jihad – Al-Qaidah Zawahiri" yang penuh dengan kebohongan, mengumpat dan memfitnah pimpinan Al-Qaidah dan Ansar Syariah di Libya. Sekarang artikel ini berjudul "Pemusnahan simbol-simbol – Abu Mus`ab As-Suri" mempertegas fitnah terhadap Syaikh dalam edisi terbaru majalah resmi ISIS, Dabiq.

Serangan terhadap Syekh Abu Mus`ab as Suri jelas berasal dari pernyataan-pernyataan lantangnya melawan ekstrimis Takfiri yang ia temui dalam perang saudara Aljazair di awal tahun sembilan puluhan. Yang menunjukkan bahwa ISIS berbagi ekstremisme yang sama dari Takfiri dari GIA di Aljazair. Kami tidak pernah mendengar ISIS mengkritik ekstremisme dalam perang Aljazair, tetapi mereka mengkritik Syaikh Abu Mus`ab yang menentang ekstremisme di Aljazair yang harganya banyak menelan nyawa kaum Muslimin. Pernyataannya tentang ekstremisme yang ia temui di Aljazair juga berlaku pada ekstrimisme dari ISIS. Yang menjelaskan alasan mengapa ISIS memulai kampanye mereka untuk memfitnah Syaikh Abu Mus`ab, semoga Allah mempercepat pembebasannya. Itu sebabnya Abu Maysarah melecehkan dan menertawakan pengalaman Jihad beliau di seluruh Suriah, Afghanistan dan Aljazair; dalam sebuah upaya lemah untuk mencemarkan nama baik karya-karya serta sejarah panjang Jihad beliau. (Abu Maysarah melakukan pembunuhan karakter dengan fitnah, pelecehan dsb, yang mana itu sudah menjadi pola ISIS dan para pendukungnya untuk menjatuhkan siapa saja yang menolak mereka, ed)

Perilaku sikap yang ditujukan ISIS kepada para ulama Jihad adalah seperti perilaku dari ekstrimis Takfiri GIA di Aljazair. Ketika Syekh Abu Qatadah Al-Filistini dan Syekh Abu Mus`ab Suri menolak penyimpangan-penyimpangan dari GIA pada tahun 1996 mereka menanggapinya dengan buku "Tebasan pedang dalam jawaban untuk mereka yang menikam Mujahidin dari belakang dan hidup di antara orang-orang kafir" di mana mereka menyerang para ulama dan orang-orang umum Aljazair. Tidak lama setelah publikasi ini, pembantaian dimulai, ratusan pria, wanita dan anak-anak tewas dalam cara yang paling brutal. Mereka utamanya menargetkan kubu kaum Muslimin. Serangan disahkan terhadap siapa pun yang tidak bergabung – atau membelot dari GIA. Tenggorokan disembelih, wanita hamil dibelah terbuka perutnya, anak-anak dipotong-potong dan dibenturkan ke dinding, anggota badan yang dipotong satu persatu, dan perempuan muda diculik serta dibawa sebagai budak seks. Pernyataan dan aksi-aksi terus semakin lebih berani dan lebih berani. Ini tidak akan mengejutkan siapa pun jika ISIS berakhir dengan mengambil jalan yang sama persis ekstremisme-nya ini dan kekerasan berdarah terhadap umat Islam secara umum. Meningkatnya kegarangan mereka tidak menggambarkan kebaikan apapun.

Tapi apa yang dibawa Abu Maysarah akhirnya memuntahkan semua omong kosong ini di atas kertas? Perlu dicatat artikel ini datang beberapa hari setelah Syaikh Ayman al Zawahiri menerbitkan sebuah pesan audio berjudul "Amir yang setia." Di dalamnya beliau membongkar kebohongan dari ISIS dalam banyak hal, ini tanpa keraguan membuat marah Abu Maysarah. Pesan audio ini tampaknya bekerja seperti Ruyqah pada orang yang kerasukan, sampai jin Takfiri-nya mulai berbicara dengan kesedihan. Syaikh Ayman al Zawahiri membuktikan tanpa keraguan bahwa ISIS memiliki Bai`at yang mengikat pada Al-Qaidah dan bahwa mereka tidak menaati Al-Qaidah dan menjadi kelompok yang memerah (banyak menumpahkan darah serampangan, ed). Banyak potongan-potongan audio yang digunakan dari Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Ayitatullah Al-Libi, Syaikh Abu Yahya Libi, dan banyak potongan lain yang selama ini ISIS mencoba untuk merahasiakannya. Ketika itu terbukti bahwa Syaikh Ayman al Zawahiri tidak menyimpang dan masih berbagi metodologi yang sama, menjadi lebih jelas bahwa ISIS-lah yang menyimpang dan mengubah metodologi mereka.

Syaikh Ayman al Zawahiri membuktikan dengan tanpa keraguan bahwa ISIS tidak berbagi metodologi yang sama seperti Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah. Tapi apa yang paling membuat marah Abu Maysarah adalah fakta bahwa Syaikh Ayman al Zawahiri menyembunyikan surat-surat dari Abu Bakar Al-Baghdadi dan Abu Muhammad Al-Adnani yang berasal dari tahun 2011 dan 2012 di mana mereka menyebut Syaikh Ayman al Zawahiri sebagai pemimpin mereka, surat-surat bukti bahwa ISIS memiliki Bai`at yang terikat ke Al-Qaidah dan Taliban. Beliau juga mengutip ulama yang menunjukkan dukungan mereka terhadap Taliban seperti Syaikh Sulaiman Naasir bin Ulwaan, Syaikh Hamood bin Uqla Al-Shuaybi dan Syaikh Naasir bin Hamad Al-Fahd. Beliau menunjukkan bagaimana Imarah Islam di Afghanistan adalah Imarah yang benar dalam tindakan dan kata-kata, yang melatih Mujahidin dari berbagai belahan dunia, yang mendirikan beberapa kamp-kamp pelatihan di Afghanistan, tanpa meminta imbalan mereka untuk Bai`at. Kamp-kamp pelatihan yang diberkahi ini mempengaruhi berbagai front Mujahid yang dibangun hari ini di seluruh dunia, termasuk Irak dan Syam. Semua ini membuat Abu Maysarah Al-Shaami begitu marah hingga akhirnya ia secara terbuka keluar dengan Takfir yang mereka sembunyikan selama bertahun-tahun. Hal ini menimbulkan satu kekhawatiran ke depannya; apa yang akan terjadi selanjutnya?

    

Ditulis oleh: Al-Maqlaat

 


 

1 Hamed Dawood Mohammed Khalil al Zawi, yang lebih dikenal sebagai Abu Umar al Baghdadi. Adalah pemimpin Al Qaidah Iraq atau kemudian dikenal sebagai Negara Islam di Irak (Islamic State of Iraq – ISI bukan ISIS, ed).

Abu Umar muncul untuk pertama kalinya pada bulan April 2006 setelah mengambil alih kepemimpinan kelompok perlawanan melawan Amerika dan kemudian menjadi pimpinan Al Qaidah di Irak.

Kemudian dia mendirikan "Negara Islam Irak, setelah seruan pendiri Tanzim Al-Qaeda fi Bilad Rafidhain (Tanzim Al-Qaidah di negeri dua sungai) atau Al-Qaidah cabang Irak, Abu Musab Al-Zarqawi, untuk menyatukan semua gerakan bersenjata Sunni di bawah satu bendera, dengan nama" Dewan Syura Mujahidin" pada bulan Desember 2005, kemudian kepemimpinan dialihkan kepada Abu Hamzah Al-Muhajir, yang juga dikenal sebagai" Abu Ayyub al-Misri menggantikan Al- Zarqawi setelah gugur dalam sebuah serangan pesawat tempur Amerika pada bulan Juni 2006.

Pada bulan Oktober 2006,  "Dewan Syura Mujahidin" telah berganti menjadi "Negara Islam Irak" yang menurut para pendirinya telah mencakup Baghdad, Anbar, Diyala, Kirkuk, Salaheddin, Niniwe dan beberapa bagian dari propinsi Babil dan Wasit. Dan seluruh pergerakan tersebut berjanji setia kepada Abu Umar Al-Baghdadi sebagai amir mereka.

Ketika itu pendiri dan pemimpin Al Qaidah, syaikh Usama bin Ladin menyerukan kepada umat Islam Irak, dalam siaran rekaman suara – berdurasi 56 menit – pada tanggal 30 Desember 2007, untuk membai'ah kepada Syaikh Abu Umar al-Baghdadi, "sebagai Amir Negara Islam Irak" dan menyerang Dewan Kebangkitan.

Syaikh Usamah Bin Ladin menyerukan kepada "para amir mujahidin dan anggota Dewan Syura Mujahidin," yang belum berbai'ah kepada Abu Umar untuk, "bersatu dan membai'ahnya sebagai Amir (bukan khilafah, ed) bagi Negara Islam Irak demi menjaga persaudaraan jamaah muslimin."

Tinggalkan Balasan

Muqawamah Media adalah fasilitator antara umat dengan para Pemimpin dan Ulama mereka. Muqawamah Media akan berusaha menghubungkan pesan, arahan, dan nasehat-nasehat dari para Ulama dan Pemimpin umat tersebut kepada umatnya.

Email: [email protected]

Newsletter

Bagi kaum muslimin yang hendak menyalurkan donasi, dapat transfer ke rekening berikut :